Dishub Bantul Renovasi 133 Lampu Trotoar Jalan Sudirman
Dishub Bantul menganggarkan Rp399 juta untuk memperbaiki 133 lampu trotoar di Jalan Jenderal Sudirman agar lebih aman dan menarik.
Aktivitas tambang yang berdekatan dengan rumah salah seorang warga di Serut, Gedangsari, Gunungkidul yang menjadi viral di media sosial. Instagram/gunungkidul.update
Harianjogja.com JOGJA—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY menegaskan memerintahkan agar aktivitas tambang yang berdekatan dengan rumah salah seorang warga di Serut, Gedangsari, Gunungkidul dihentikan sementara. Rekomendasi itu dikeluarkan setelah tim meninjau langsung ke lokasi dan menilai aktivitas tersebut membahayakan.
Kepala DPUPESDM DIY Anna Rina Herbranti mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya aktivitas pengerukan tanah yang berdekatan dengan rumah seorang warga di Serut, Gedangsari, Gunungkidul itu. Video keluhan yang diposting pemilik rumah di sosial media tersebut sempat viral menunjukkan aktivitas pengerukan tanah yang sangat dekat dengan rumahnya.
"Kami sudah ke lokasi pada Jumat 14 Juni lalu bersama tim dari BP2EDM DPUPESDM DIY, DLHK DIY dan Inspektur tambang penempatan DIY," jelasnya, Senin (17/6/2024).
BACA JUGA: Iduladha, Rerata Nasional Harga Bahan Pangan Turun kecuali Beras
Dari pemantauan di lokasi, Anna menyatakan bahwa terdapat kegiatan penggalian yang mepet ke permukiman warga dan hal itu sangat berpotensi rawan longsor. Pihaknya telah membuat berita acara pengawasan serta memerintahkan perusahaan untuk menyetop aktivitas tersebut. Selain itu perusahaan juga diminta melakukan penataan tebing, mengembalikan tanah uruk sebagai penahan tebing untuk mencegah longsor.
"Perusahaan itu telah memiliki izin SIPB dengan nomor: 17/I/SIPB/PMDN/2022 tanggal 4 Maret 2022 untuk melakukan aktivitas di sana. Penerbit dari BKPM pusat dengan komoditas tanah uruk," jelas Anna.
Anna memastikan bahwa dengan adanya kejadian tersebut perusahaan sudah diperintahkan untuk menghentikan kegiatan, melaksanakan penataan lahan dan penguatan tebing. Adapun pemantauan penataan tebing yang berdekatan dengan rumah warga itu sampai sekarang terus dilaksanakan dan akan dievaluasi setiap hari.
"Data sementara yang diperoleh dari lapangan yang terkena dampak adalah rumah yang tidak dihuni atau gudang milik Tukiyem dan satu unit lagi rumah yang dihuni terdiri dari tiga KK dengan lima jiwa," katanya.
Sebelumnya diberitakan salah satu rumah warga Padukuhan Nglengkong, Kalurahan Serut, Gedangsari, Gunungkidul terancam ambrol, akibat kegiatan penambangan. Video kondisi rumah ini beredar di media sosial Instagram setelah di bagikan oleh akun @noto_suwarno_id sejak tiga hari lalu. Video tersebut pun menjadi viral.
Terkait hal itu, Lurah Serut, Sugiyanta mengatakan hasil penambangan tersebut digunakan sebagai material uruk proyek tol Jogja-Solo. Atas kondisi ini, dia telah melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral DIY (DPUP-ESDM DIY).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Bantul menganggarkan Rp399 juta untuk memperbaiki 133 lampu trotoar di Jalan Jenderal Sudirman agar lebih aman dan menarik.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.