PSS Sleman Kembali ke Super League, Harda Targetkan Prestasi
Bupati Sleman Harda Kiswaya optimistis PSS Sleman mampu bersaing di Super League 2026/2027 setelah menang 1-0 atas Kendal Tornado FC.
Pilkada 2024 - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang Pilkada tahun ini, belum ada partai di Sleman yang mendeklarasikan calon bupati dan calon wakil bupati yang diusungnya.
Di gerbong PKB, meski telah melakukan penjaringan bakal calon kepala daerah sebelumnya, nama hasil rekomendasi Pusat masih belum keluar hingga saat ini.
Pun soal koalisi, Ketua DPC PKB Sleman, R. Agus Choliq menyebut situasi masih dinamis sehingga belum ada keputusan partai akan merajut koalisi dengan partai mana. "Belum, perkembangan politiknya masih dinamis. Jadi kita masih selalu koordinasi-koordinasi," kata Agus dihubungi Selasa (18/6/2024).
Siapapun rekap koalisinya nanti, target PKB sudah pasti yakni mengirim wakilnya untuk maju ke Pilkada Sleman. "Pokoknya target kita, kita bisa mengirimkan wakil kita untuk bisa maju kontestasi di Pilkada besok ini," ungkapnya.
Tak membidik posisi bupati, PKB justru menyasar posisi wakil bupati dalam koalisi nanti. "Kalau target kita di wakil saja," imbuhnya.
Soal apakah yang diajukan menjadi wakil PKB adalah mereka yang mendaftar posisi bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati saat penjaringan, Agus menjelaskan jika semua itu diserahkan pada kewenangan Pusat. "Kalau yang itu nanti kebijakan DPP, nanti DPP menentukan yang mana tetapi paling tidak yang sudah mendaftar melalui PKB," ujar dia.
Hingga kini PKB diungkapkan Agus masih menjalin komunikasi dengan beragam partai. Komunikasi yang dijalin salah satunya dengan PKS yang kini berada di gerbong Koalisi Sleman Bersatu (KSB). "Dengan berbagai macam partai kita koordinasi ngobrol, dengan PKS ngobrol, dengan teman-teman yang laij juga ngobrol, masih dinamis," tandasnya.
Kendati demikian Agus tak berani mematok waktu kapan PKB akan menentukan haluan koalisi. "Kita mengikuti proses yang ada, kadang kita target sering meleset. Kondisi politiknya yang enggak menentu," lanjut Agus.
Di sisi lain, Gerindra, Golkar, PKS, PPP dan Nasdem yang tergabung dalam Koalisi Sleman Bersatu juga belum mendeklarasikan nama calon bupati yang bakal diusung. "Belum, belum, satu minggu atau dua minggu nanti baru [disampaikan]," Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptana.
Sukaptana mengungkapkan bila partai koalisi belum mengadakan rapat kembali untuk membahas hal ini. "Kami ini belum rapat lagi, mungkin minggu depan," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya optimistis PSS Sleman mampu bersaing di Super League 2026/2027 setelah menang 1-0 atas Kendal Tornado FC.
Kilang Jazan Saudi Aramco diserang Houthi menggunakan drone. Fasilitas ini berkapasitas 400.000 barel per hari dan berada di pesisir Laut Merah.
Kopi Sapuangin Klaten kembali menggeliat. Permintaan mencapai 10 ton, tetapi petani baru mampu memenuhi kurang dari 10 persen.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II 2026. Pemerintah menyebut pertumbuhan makin berkualitas karena kemiskinan dan pengangguran turun.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.