Resmi Bercerai dengan Abdul Halim, Joko Purnomo Mengaku Siap Head to Head

Jumali
Jumali Selasa, 18 Juni 2024 20:47 WIB
Resmi Bercerai dengan Abdul Halim, Joko Purnomo Mengaku Siap Head to Head

Ilustrasi saat pasangan Halim-Joko dideklarasikan saat Pilkada Bantul pada Agustus 2020 silam./Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo resmi berpisah pada Pilkada 2024.

Hal ini menyusul keputusan dari Bupati Halim untuk tidak bekerja sama lagi dengan PDIP Bantul pada Pilkada mendatang. "Karena pak ketua DPD kami [DPD PDIP DIY, Nuryadi] telah berkomunikasi dengan pak Halim dan Pak Halim sudah mengatakan untuk tidak bersama kami," kata Joko Purnomo yang juga Ketua DPC PDIP Bantul di sela-sela lomba takbir Iduladha di Lapangan Potorono, Selasa (18/6/2024) malam.

Atas dasar tersebut, Joko mengaku pihaknya telah mendapatkan perintah untuk segera berkomunikasi dan membentuk kerja sama dengan partai lainnya di Bantul dalam Pilkada Bantul 2024.

"Kalau kemarin kami masih menunggu karena kami pegang etika, karena kita berangkat bersama maka jika harus tidak bersama ya harus komunikasi. Dan, sekarang sudah ada intruksi dari Ketua DPD PDIP DIY jika kami harus tetap berjalan dan kini sudah kami lakukan," imbuh Joko.

Oleh karena itu, Joko menegaskan dirinya dan PDIP Bantul siap untuk berhadapan langsung dengan Abdul Halim Muslih pada Pilkada mendatang. "Lha iya dong. Mau dua pasang tiga pasang kami siap laksanakan," kata Joko.

BACA JUGA: KPU Sleman Petakan TPS untuk Pilkada 2024, Lebih Sedikit Dibandingkan Pemilu Lalu

Sementara soal pasangan yang akan mendampinginya, Joko mengakui jika PDIP Bantul sejatinya bisa mengusung calon sendiri. Karena pada Pemilu 2024, PDIP Bantul mendapatkan 12 kursi, atau diatas batas minimal persyaratan pengajuan calon dari KPU yakni minimal 9 kursi.

Akan tetapi, kata Joko, mengaku pihaknya tidak akan gegabah dan tetap menjalin komunikasi dengan sejumlah partai untuk kerja sama pada Pilkada mendatang, termasuk untuk wakil bupati yang akan mendampingi Joko. "Sampai saat ini belom [wakil bupati]. Tapi, nanti bisa  dari PKS, partai yang lain atau dari tokoh masyarakat, organisasi masyarakat," lanjut Joko.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online