30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Festival Karawitan di Bantul./ bantulkab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menggelar Festival Karawitan antarkapanewon (kecamatan) se-kabupaten sebagai upaya menjaga seni budaya sekaligus mengajarkan nilai harmonis dalam hidup.
Festival karawitan yang rutin digelar setiap tahun oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) dibuka oleh Bupati Bantul Abdul halim Muslih di Pendopo Kompleks Pemkab Bantul Manding, Rabu (19/6/2024).
Halim mengatakan bahwa karawitan adalah salah satu seni adiluhung yang diwariskan dan terus lestarikan hingga saat ini. "Dari karawitan, kita belajar soal harmonis, hidup selaras, tidak egois," katanya dalam keterangan tertulisnya.
Selayaknya karawitan, kata Halim, yang terdiri dari berbagai alat musik gamelan berbeda, begitu pula manusia yang hidup sebagai individu dengan latar belakang yang berbeda pula.
Karena itu, lanjut Bupati, perbedaan adalah fitrah. Layaknya gong, saron, rebab, maupun alat musik gamelan lainnya, punya sifat dan karakteristik masing-masing. Namun semuanya dapat bersatu dan menciptakan keharmonisan yang apik.
BACA JUGA: Gaung Gamelan Tandai Pembukaan Yogyakarta Gamelan Festival 2023
"Itulah mengapa harmonis disebut pertama kali dalam visi Kabupaten Bantul. Karena harmonis itu penting sekali, betapa pentingnya kerukunan di tengah banyaknya perbedaan. Karena kalau tidak rukun, pembangunan tidak bisa jalan," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas KebudayaanBantul Yanatun Yunadiana mengatakan festival karawitan merupakan agenda rutin tahunan untuk meningkatkan kualitas program dan kegiatan pembinaan karawitan serta penguatan identitas karawitan gaya Yogyakarta.
Menurut dia, dalam Festival Karawitan se-Kabupaten Bantul 2024 para peserta yang berasal dari kapanewon se-Bantul tampil secara bergantian, peserta yang terdiri dari pengrawit dan sinden tersebut berbusana Jawa Mataraman.
"Untuk peserta festival, setiap kecamatan mengirimkan perwakilannya masing-masing. Syaratnya, pelaku seni yang didaftarkan beralamat di wilayah kecamatan yang bersangkutan dan tampil menggunakan busana Jawa Mataraman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.