Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Festival Karawitan di Bantul./ bantulkab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menggelar Festival Karawitan antarkapanewon (kecamatan) se-kabupaten sebagai upaya menjaga seni budaya sekaligus mengajarkan nilai harmonis dalam hidup.
Festival karawitan yang rutin digelar setiap tahun oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) dibuka oleh Bupati Bantul Abdul halim Muslih di Pendopo Kompleks Pemkab Bantul Manding, Rabu (19/6/2024).
Halim mengatakan bahwa karawitan adalah salah satu seni adiluhung yang diwariskan dan terus lestarikan hingga saat ini. "Dari karawitan, kita belajar soal harmonis, hidup selaras, tidak egois," katanya dalam keterangan tertulisnya.
Selayaknya karawitan, kata Halim, yang terdiri dari berbagai alat musik gamelan berbeda, begitu pula manusia yang hidup sebagai individu dengan latar belakang yang berbeda pula.
Karena itu, lanjut Bupati, perbedaan adalah fitrah. Layaknya gong, saron, rebab, maupun alat musik gamelan lainnya, punya sifat dan karakteristik masing-masing. Namun semuanya dapat bersatu dan menciptakan keharmonisan yang apik.
BACA JUGA: Gaung Gamelan Tandai Pembukaan Yogyakarta Gamelan Festival 2023
"Itulah mengapa harmonis disebut pertama kali dalam visi Kabupaten Bantul. Karena harmonis itu penting sekali, betapa pentingnya kerukunan di tengah banyaknya perbedaan. Karena kalau tidak rukun, pembangunan tidak bisa jalan," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas KebudayaanBantul Yanatun Yunadiana mengatakan festival karawitan merupakan agenda rutin tahunan untuk meningkatkan kualitas program dan kegiatan pembinaan karawitan serta penguatan identitas karawitan gaya Yogyakarta.
Menurut dia, dalam Festival Karawitan se-Kabupaten Bantul 2024 para peserta yang berasal dari kapanewon se-Bantul tampil secara bergantian, peserta yang terdiri dari pengrawit dan sinden tersebut berbusana Jawa Mataraman.
"Untuk peserta festival, setiap kecamatan mengirimkan perwakilannya masing-masing. Syaratnya, pelaku seni yang didaftarkan beralamat di wilayah kecamatan yang bersangkutan dan tampil menggunakan busana Jawa Mataraman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Polisi mengungkap motif perusakan bendera Merah Putih di Bantul dan palang pintu KA di Sleman yang dilakukan S (24).
Bahlil memastikan harga BBM subsidi tidak naik pada 2026. Pemerintah juga menyiapkan pembatasan konsumsi bagi masyarakat desil 9-10.
Pemkab Temanggung mulai menyalurkan Balinkes bagi warga kurang mampu. Bantuan maksimal Rp2,4 juta setahun untuk layanan kesehatan.
Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta secara resmi membuka penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September
DPRD Sleman menargetkan penghasilan PPPK, termasuk paruh waktu, dapat mencapai UMR pada 2027. Sebagian tenaga pendidik masih di bawah UMK.