Produksi Padi Jateng Tembus 6,69 Juta Ton, Siap Hadapi Kemarau
Hingga periode Januari–Juli 2026, produksi padi Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau sekitar 63,43 persen dari target
Dispar DIY dan Accor Hotel Grup menyalurkan bantuan alat pengolahan sampah ke Kampung wisata Prenggan, Kamis (20/6/2024)./Harian Jogja-Yosef Leon
JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bersama jaringan Accor Hotel grup di Jogja (The Phoenix Hotel Yogyakarta, Novotel Suites Yogyakarta, dan Ibis Style Yogyakarta) menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR di kampung wisata Prenggan, Kotagede, Kamis (20/6/2024).
Adapun bantuan yang disalurkan itu berupa tujuh unit drum pengolah sampah dengan teknologi bio konversi. Metode ini memproses sampah dengan melibatkan mikroorganisme untuk mengubah sampah organik menjadi produk yang bernilai tinggi.
Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo mengatakan sejak TPA Piyungan ditutup persoalan sampah tidak hanya dirasakan di Kota Jogja saja melainkan seluruh wilayah DIY. Untuk itu pihaknya berkomitmen agar sampah bisa segera diatasi. "Artinya semua pihak harus punya solusi bagaimana cara menangani sampah lewat pengurangan dan juga mengolah," kata Singgih.
Pengurangan sampah, kata Singgih merupakan tanggung jawab perusahaan dan juga masing-masing individu atau rumah tangga, pun demikian dengan kampung wisata. Sementara untuk pengolahan harus dilakukan secara konsisten. "Destinasi wisata harus punya komitmen yang sama tetap menjaga lingkungan agar sektor wisata menarik dan bersih," jelasnya.
Menurut Singgih, komitmen penanggulangan masalah sampah itu kemudian dikolaborasikan dengan pihak hotel yakni jaringan Accor Hotel grup yang berada di Jogja. Tujuh unit drum pengolahan sampah dengan metode bio konversi itu pun terwujud di Prenggan.
"Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi industri wisata lain sehingga akan semakin banyak di DIY yang menerapkan hal serupa untuk sama-sama menangani masalah sampah," ujarnya.
Cluster General Manager The Phoenix Hotel Yogyakarta, Grand Mercure & Ibis Yogyakarta Adisucipto, Rulvastina Randy menjelaskan jaringan hotel tersebut sudah memulai upaya pengurangan sampah plastik. Dalam operasionalnya, hotel tidak lagi memberikan kantong plastik kepada para tamu. "Ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat dan harapan kami upaya itu bisa ditularkan ke lokasi dan tempat lain termasuk di kampung wisata," jelasnya.
Selain itu, Rulvastina menyatakan, hotelnya juga secara mandiri mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair. Itu bisa dimanfaatkan menjadi stimulus tanaman atau dijual ke masyarakat luas. "Harapan kami dengan bantuan alat pengolahan sampah ini warga Prenggan dan kampung wisatanya bisa mandiri dalam mengolah sampah serta menjadi motivasi untuk menjaga kelestarian lingkungan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hingga periode Januari–Juli 2026, produksi padi Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau sekitar 63,43 persen dari target
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Festival Layang-Layang Forda DIY 2026 di Imogiri siap meriahkan Bantul dengan tiga kategori lomba dan peserta dari berbagai daerah di DIY.
Pemerintah membantah demo dukung MBG dikondisikan. BGN fokus membenahi tata kelola program dan menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp3 triliun.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan perjalanan sejak pagi hingga malam.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.