RSUD Prambanan Tegaskan Tak Temukan Kelalaian Medis
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Pilkada 2024 - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Koalisi Sleman Bersatu (KSB) dalam Pilkada Sleman 2024 yang terdiri dari Gerindra, Golkar, Nasdem, PKS dan PPP belum juga mendeklarasikan nama bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang bakal mereka usung.
Kepastian informasi ini diutarakan oleh Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar yang merupakan salah satu parpol yang tergabung dalam KSB. Meski belum ada deklarasi tentang nama calon yang bakal diusung, Indra mengatakan ada dua tokoh yang intens bertemu dengan seluruh partai dalam koalisi.
Dua tokoh tersebut yakni mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya yang membidik kursi Sleman Satu. Sementara satu tokoh lainnya ialah politikus kawakan Sukamto yang disebut siap untuk ditugaskan oleh koalisi di posisi calon bupati maupun calon wakil bupati nantinya.
“Yang intens baru pak Harda untuk Sleman satunya. Terus barusan ini ada Pak Sukamto. Kalau Pak Sukamto siap Sleman Satu siap Sleman Dua katanya begitu," kata Indra, Senin (24/7/2024).
Kedua tokoh tersebut sudah intens berkomunikasi dengan partai dalam artian telah bertemu dengan kelima partai anggota koalisi. Untuk nama yang akan diusung KSB akan ditentukan dalam rapat.
"Artinya sudah ketemu dengan seluruh anggota koalisi, sudah ketemu dengan lima partai langsung baru dua itu. Tapi konon bu Kustini juga pengin ketemu," ujarnya.
BACA JUGA: Pilkada Sleman, Pemilih Potensial Mencapai 854.654 orang
Keputusan untuk menunjuk satu nama yang diusung dalam Pilkada nantinya akan digelar dalam rapat tersendiri. Hanya saja Indra belum dapat membeberkan kapan waktu rapat tersebut akan digelar. "Itu yang kami masih lihat dinamikanya," ungkapnya.
Skemanya, masing-masing parpol dalam koalisi akan mengajukan bakal calon bupati dan calon wakil bupati yang diusung untuk disodorkan dalam rapat koalisi. Nantinya keputusan rapat akan menentukan nama yang bakal diusung KSB.
Di sisi lain Indra tak menutup kemungkinan adanya partai lain yang bakal ikut mengarungi Pilkada bersama kapal Koalisi Sleman Bersatu, selain lima partai yang sudah merapat saat ini.
Pintu koalisi lanjut Indra, masih terbuka untuk partai-partai lain yang ingin bergabung. "Ya sangat mungkin [ada tambahan partai].”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Prambanan menyatakan terbuka memberikan penjelasan medis terkait dugaan malpraktik. Audit internal dan eksternal disebut tidak menemukan kelalaian medis.
Dugaan uang Rp20 juta ke oknum BEM UBK memicu kecaman alumni. IKA UBK mendesak sanksi tegas dan klarifikasi terbuka kepada publik.
Pemulihan aset Kejagung tembus Rp19,6 triliun pada 2025. BPA terus memburu aset koruptor dan mengelola ribuan aset rampasan negara.
Kemenkeu mulai mengembalikan dana SAL Rp300 triliun yang ditempatkan di Himbara ke Bank Indonesia secara bertahap guna menjaga stabilitas keuangan.
Sultan HB X menerbitkan Keputusan penunjukan Paku Alam X sebagai Plh Gubernur DIY untuk menjalankan tugas harian pemerintahan dari 24 Juni hingga 1 Juli 2026.
Kortastipidkor Polri menggeledah empat lokasi di Jawa Timur terkait dugaan impor HP bekas ilegal yang berlangsung sejak 2024 hingga 2026.