Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
PPDB Zonasi Radius di Kota Jogja./ Ist - dok.Forpi jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Domisili calon siswa perlu dilakukan pengecekan langsung untuk memastikan keakuratan zonasi radius dalam Pendaftaran Peserta Didik baru (PPDB) 2024.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Jogja Baharuddin Kamba usai melakukan pemantauan proses PPDB 2024 di sejumlah SMP negeri di wilayah Kota Jogja.
Kamba mengatakan dari pemantauannya di SMP Negeri 5 Kota Jogja mengambil sejumlah sampel berkas data siswa. Terutama lolos syarat administrasi misalnya Kartu Keluarga, Nilai Rapor, dan Nilai ASPD. Hasilnya ada beberapa siswa yang memiliki jarak rumah 196 meter dari sekolah.
Selain itu, ada sejumlah calon siswa baru yang memiliki nilai ASPD 104 untuk tiga mata pelajaran (mapel) tetap nekat mendaftarkan diri di SMP Negeri Kota Yogyakarta.
Di SMP Negeri 5 Kota Jogja, Forpi Kota Yogyakarta masih menemukan status famili lain dalam Kartu Keluarga (KK) meskipun bukan nama calon siswa yang mendaftar tetapi nama lain.
Forpi Kota Jogja melakukan uji petik beberapa berkas calon siswa baru di SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta. Diantara berkas tersebut, ada dua calon siswa yang hanya berjarak 13 meter dari rumah ke SMP Negeri 8 Kota Jogja.
"Temuan ini setiap tahun Forpi Kota Yogyakarta dapati. Seperti tahun 2022 ada sebanyak 5 calon siswa yang jarak rumahnya hanya 13 meter ke sekolah dan tahun 2023 ada 10 calon siswa yang jarak rumahnya hanya 13 meter ke sekolah dengan basis RW setempat. Temuan ini perlu ditelusuri lebih lanjut oleh Dinas Kependudukan dam Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bersama pihak sekolah untuk memastikan apakah calon siswa yang bersangkutan benar-benar warga setempat atau hanya KK-nya saja tetapi tempat tinggalnya tidak disitu," kata Kamba dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/6/2024)
BACA JUGA: PPDB SMP Jogja, Hari Pertama Zonasi Radius, Jarak 2 Kilometer Terpental
Menurut kamba temuan tersebut semacam fenomena menarik karena setiap tahun (tiga tahun terakhir) ada saja calon siswa yang jarak antara rumah dengan sekolah hanya belasan meter berbasis RW, seperti di SMP Negeri 8 Kota Jogja ini.
Di SMP Negeri 8 Kota Yogyakarta ini juga ditemukan KK yang terbitnya kurang dari satu tahun.
Forpi Kota Jogja mendorong agar pihak sekolah bersama instansi terkait untuk proaktif untuk mencegek validasi berkas terutama jarak antara sekolah dengan rumah calon siswa yang sangat dekat yakni hanya belasan meter.
Dengan melakukan home visit terhadap alamat calon siswa baru selain merupakan bagian dari kepedulian sekolah terhadap calon siswa baru juga sebagai salah satu upaya untuk memastikan kebenaran data kependudukan.
Apabila dikemudian hari ditemukan bahwa calon siswa tersebut tidak tinggal ditempat itu, maka dapat didiskualifikasi. Karena sudah berbuat tidak jujur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.