Gerai KDMP Bantul Punya Waktu 3 Bulan untuk Benahi Catatan Teknis
Tim Verval menemukan sejumlah catatan pembangunan gerai KDMP di 8 lokasi Bantul. Pengelola diberi waktu sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.
Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaksanaan PPDB SMAN/SMKN di DIY kini memasuki proses pendaftaran dan seleksi jalur zonasi reguler serta jalur prestasi pada Rabu (26/6/2024). Pada hari pertama ini pendaftaran pada jalur prestasi di sejumlah SMKN di Kota Jogja sepi peminat, sehingga sekolah mengalihkan daya tampung jalur itu ke zonasi reguler.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Jogja, Eko Pramono Jati menjelaskan sampai dengan pukul 13.00 WIB pendaftar jalur prestasi di sekolahnya hanya satu orang dari kuota yang disediakan sebanyak 18 kursi. Sejak tahun lalu, kata dia jalur ini selalu sepi peminat lantaran calon murid lebih memilih mendaftar ke SMAN.
"Nilai minimal gabungan untuk tahun ini juga harus 300 dan mayoritas jalur prestasi itu ke SMAN dulu baru ke SMKN, kalau masih kosong itu dilimpahkan ke jalur reguler," katanya.
Eko menyebutkan, sekolahnya langsung mengalihkan kuota dari jalur prestasi ke jalur zonasi reguler. Lantaran ada satu orang pendaftar di jalur prestasi maka kuota zonasi reguler bertambah sebanyak 17 kursi menjadi 127. "Total daya tampung kami semuanya 216 dengan lima jurusan," ungkapnya.
Sementara untuk jalur zonasi reguler pendaftar di hari pertama ini sudah cukup signifikan di sekolah itu. Untuk jurusan manajemen logistik terpantau sudah ada delapan pendaftar dari daya tampung 28, perkantoran terisi penuh, akuntansi 40 dari 56, bisnis digital 21 dari 27 dan bisnis retail penuh semua.
BACA JUGA: PPDB SMP Jogja, Hari Pertama Zonasi Radius, Jarak 2 Kilometer Terpental
Sepinya pendaftar jalur prestasi juga dirasakan SMKN 2 Jogja. Sampai dengan pukul 14.30 WIB hanya ada empat calon murid yang mendaftar di dua jurusan yakni desain komunikasi visual dan sistem informasi jaringan. Tahun lalu pun kuota pada jalur prestasi disebut sepi peminat sehingga harus dialihkan ke jalur zonasi reguler.
"Tahun lalu sepertinya juga tidak memenuhi kuota jadi kami pindah langsung ke reguler," kata Ketua Pelaksana PPDB SMKN 2 Jogja Ummu Fadhillah.
Ummu menerangkan sekolahnya terdapat 10 jurusan dengan total daya tampung secara keseluruhan mencapai 828. "Kuotanya yang belum terisi langsung kami alihkan saja, kemudian pada 3 Juli juga ada seleksi ulang pemenuhan daya tampung sekaligus daftar ulang," ujarnya.
Sementara untuk pendaftar di jalur zonasi reguler disebutnya cukup signifikan pada hari pertama ini. "Zonasi reguler sudah masuk semua daya tampungnya, tinggal nanti pilihan pertama dan kedua saja. Masing-masing jurusan kami ada yang 1, 2, 3, dan 4 kelas. Yang 4 kelas itu daya tampungnya 144. Secara total 50 persen dari 828," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim Verval menemukan sejumlah catatan pembangunan gerai KDMP di 8 lokasi Bantul. Pengelola diberi waktu sekitar 3 bulan untuk memperbaikinya.
Sebanyak 45 warga binaan berisiko tinggi dari Jawa Timur dipindahkan ke Nusakambangan, termasuk tiga warga binaan kasus narkoba dari Lapas Madiun.
Cahya Supriadi antusias menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta. PSIM Jogja membidik kemenangan di Stadion Sultan Agung pada 10 Oktober 2026.
Pemkab Bantul menjadwalkan pelantikan lurah terpilih hasil Pilur serentak pada 5 November 2026. DPMKal belum menerima sanggahan hasil pemilihan.
Menkeu Suahasil Nazara menjelaskan defisit APBN Rp319 triliun per September 2026 sesuai desain anggaran dan masih dalam koridor proyeksi pemerintah.
Raperda RPPLH Sleman 2026–2056 memuat tujuh isu lingkungan, mulai dari penurunan kuantitas air hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.