Libatkan Peternak, Menteri Pertanian Amran Sulaiman Sebut Program Makan Bergizi Gratis Bakal Gerakkan Ekonomi Rakyat

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Sabtu, 29 Juni 2024 21:47 WIB
Libatkan Peternak, Menteri Pertanian Amran Sulaiman Sebut Program Makan Bergizi Gratis Bakal Gerakkan Ekonomi Rakyat

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman ditemui usia kunjungannya di Turi, Sleman pada Sabtu (29/6/2024)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebagai kementerian yang mengurusi produksi pertanian dan peternakan, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan akan melibatkan para peternak untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis yang diusung presiden terpilih Prabowo Subianto. 

"Pasti, peternak, pangan semua kita libatkan," tegas Amran singkat ditemui usai kunjungannya di Turi, Sleman pada Sabtu (29/6/2024).

BACA JUGA: Kunjungi Sleman, Mentan Dorong Pengembangan Produksi Susu Nasional

Dari pandangan Amran, program Makan Bergizi Gratis yang diusung presiden terpilih tidak berdiri secara tunggal. Dalam program tersebut terdapat beragam komponen komoditas pertanian dan peternakan yang ikut terserap. Seperti beras dan sayuran hasil produksi petani, hingga daging ayam dan telur hasil budi daya para peternak. Karenanya Amran menyanjung bila program ini sungguh luar biasa lantaran bisa menggerakkan ekonomi rakyat.

"Program makan bergizi oleh presiden terpilih itu luar biasa, itu tidak berdiri tunggal. Semua komponen makan bergizi itu ada ikan, ada beras, ada sayur, ada daging, ada ayam, ada telur, ini nanti ekonomi rakyat bergerak karena itu dihasilkan di desa itu," tegasnya. 

Amran pun lantas memberi gambaran bagaimana dampak program ini bagi ekonomi rakyat, khususnya petani dan peternak. Jika program Makan Bergizi Gratis ini diguyur anggaran triliun rupiah, maka alokasi dana tersebut diperkirakan Amran akan berputar di Indonesia.

BACA JUGA: Kementerian Pertanian Sebut Tingkat Produksi Susu Nasional Masih Jauh dari Kebutuhan

Pasalnya, produksi bahan pangan komponen Makan Bergizi Gratis ini dihasilkan dari panen-panen petani dan peternak.

"Katakanlah anggarannya sekian triliun ini bergerak di desa nantinya. Kenapa, semua ini kan produk ini kan di hilir, nah yang di hulunya diproduksi oleh petani-petani di sekitar. Sehingga dana itu bergerak di desa dan menggerakkan ekonomi rakyat," lanjutnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online