76 Desa Terancam Kekeringan, Sumenep Tetapkan Status Siaga
Pemkab Sumenep tetapkan status siaga kekeringan selama 6 bulan. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan berpotensi krisis air bersih.
Tanaman cabai - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Petani di Kabupaten Sleman berupaya menggenjot produksi cabai melalui penanaman di lahan seluas 250 hektare.
"Kabupaten Sleman memperoleh alokasi pengembangan cabai 2024 dari Ditjen Hortikultura seluas 250 hektare," kata Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Suparmono di Sleman, Minggu (30/6/2024).
Menurut dia, gerakan tanam cabai ini dimaksudkan untuk stabilitas pasokan dan stabilitas harga cabai menjelang hari besar keagamaan dan menjelang Tahun Baru 2025.
"Alokasi didistribusikan di 13 kapanewon (kecamatan) melalui 13 kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan/KEP) senilai Rp2,7 miliar berupa sarana produksi cabai yaitu mulsa dan pupuk NPK," katanya.
Ia mengatakan bahwa bantuan dari Ditjen Hortikultura ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat petani, pedagang, dan konsumen agar harga dan pasokan stabil tidak terjadi lonjakan harga yang menyebabkan tingginya inflasi.
"Jadwal pertanaman pengembangan cabai ini diatur di Juni hingga November karena saat akhir 2024 dan Tahun Baru 2025 biasanya harga tinggi dan pasokan berkurang banyak, sehingga pasokan dan harga cabai aman untuk semuanya," katanya.
Suparkono mengatakan tidak hanya berupaya menjaga stabilitas pasokan dengan peningkatan produksi, tetapi petani cabai juga mampu memproduksi cabai yang sehat sesuai kebutuhan pasar, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Champion Cabai Nasional dari Sleman Ardhi Prasetyo Wibowo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas dukungan kepada petani cabai dengan stimulan bantuan-bantuan yang sangat mendukung iklim usaha percabaian di Sleman, baik di sisi produksi maupun di sisi pemasaran.
BACA JUGA: Rumah Ludes Dilalap Api, Tangan dan Kaki Warga Playen Terbakar
Menurut dia, hingga saat ini lelang cabai Sleman yang dikelola Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi dan beberapa kelompok tani yang tergabung menjadi barometer perkembangan harga cabai secara nasional dan menjadi pusat pembelajaran pemasaran produk hortikultura dari berbagai kabupaten lainnya.
"Komitmen petani dalam pemasaran cabai dan sayuran menjadi daya tawar petani Sleman yang menguntungkan petani Sleman," katanya.
Ia mengatakan dengan pola pertanaman yang terjadwal menjadikan Kabupaten Sleman sebagai salah satu sentra cabai nasional dikarenakan pasokan setiap selalu tersedia. "Hal ini menjadikan kabupaten lain melaksanakan kerja sama pasokan cabai dengan Kabupaten Sleman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Sumenep tetapkan status siaga kekeringan selama 6 bulan. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan berpotensi krisis air bersih.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
BRIN dorong pembahasan RUU Pemilu dipercepat agar Pemilu 2029 berjalan berkualitas dan sesuai tahapan.
Fadli Zon dorong Museum Pos Indonesia di Bandung jadi cagar budaya nasional karena nilai sejarahnya yang penting bagi bangsa.
KPK menetapkan Bupati Langkat Syah Afandin sebagai tersangka OTT terkait suap proyek dan gratifikasi senilai Rp3,5 miliar.