Novotel Suites Malioboro Hadirkan Venue Gathering dengan Panorama Kota Jogja
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
Bedah buku berjudul Minim Sampah, Bahagia di Dapur Berkarya di Kebun yang digelar DPAD DIY di Balai RW Panjen, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Senin (1/7/2024). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
SLEMAN—Program bedah buku yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus meluas ke berbagai wilayah di DIY. Di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, masyarakat diajak membedah buku berjudul Minim Sampah, Bahagia di Dapur Berkarya di Kebun. Acara ini digelar di Balai RW Panjen, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (1/7/2024).
Sekretaris DPAD DIY, Martono Heri Prasetyo, mengungkapkan kegiatan bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY pada 2024 menyasar 222 titik di seluruh Bumi Mataram. Hingga awal Juli ini sudah ada 120 titik yang melaksanakan bedah buku. "Targetnya sebelum Oktober 2024 program ini sudah selesai," kata Martono, Senin.
Dalam penyelenggaraannya, DPAD DIY terus konsisten mengangkat buku yang temanya berkaitan dengan potensi desa untuk dibedah. Selain itu, DPAD DIY juga membahas isu-isu terkini yang tengah berkembang di lingkungan masyarakat untuk diulas. Salah satunya soal sampah yang masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat DIY.
"Di wilayah DIY tengah booming terkait dengan pengelolaan sampah. Kami berharap mulai dari lingkup kecil yakni di pedukuhan ini, nanti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bagaimana mengelola sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga," katanya.
BACA JUGA: Target Bersih-Bersih Timbunan Sampah 5.000 Ton di Kota Jogja Tak Tercapai
Secara lebih luas, Martono berharap agenda bedah buku ini dapat mempertahankan tingkat kegemaran membaca di DIY. "Kami berharap dengan bedah buku ini Pemda DIY masih bisa mempertahankan peringkat tingkat kegemaran membaca di kalangan masyarakat," katanya.
Anggota DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu, yang hadir dalam bedah buku ini menilai buku yang dibedah bisa menawarkan solusi kepada masyarakat agar bisa mengelola sampah rumah tangga yang dihasilkan. "Jogja sekarang sedang prihatin dengan persoalan sampah. Jadi, buku ini menawarkan kepada masyarakat agar bisa meminimalkan sampah, terutama sampah rumah tangga," katanya.
Dari pandangan Yuni, sampah rumah tangga jumlahnya sangat banyak. Buku yang dibedah ini mengedukasi masyarakat untuk meminimalkan sampah dari hal-hal yang paling kecil, seperti mengurangi penggunaan bungkus yang bisa menjadi sampah dan berbagai aspek lainnya. "Melalui forum ini kami ingin menyampaikan agar masyarakat bisa mengurangi sebanyak mungkin sampah. Bahkan kalau mungkin bisa memilah sampah mulai dari rumah tangga," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.