Kejahatan DIY Merajalela, Penjaga TPR Parangtritis Disabet Celurit
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Target pembersihan 5.000 ton lebih timbunan sampah di depo dan tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada di Kota Jogja sampai dengan Jumat (28/6/2024) belum terealisasi.
Hanya dua depo sampah yang kerap penuh yakni Mandala Krida dan Pringgokusuman yang berhasil dibersihkan dan sampahnya dipindah ke TPA Piyungan.
Sebelumnya Pemkot Jogja berjanji bakal mengosongkan depo dan TPS yang ada di wilayahnya selama tiga hari sejak Selasa kemarin. Ini merespons pernyataan Pemda DIY yang menyebut ada lebih dari 5.000 ton timbunan sampah yang tersebar di kota ini.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, pada hari ini upaya penyelesaian persoalan sampah di Kota Jogja sudah masuk hari keempat. Pada hari pertama ada 611 ton sampah yang diangkut ke TPA Piyungan, kemudian hari kedua 541 ton dan Kamis (27/6/2024) turun sebanyak 440 ton lebih.
"Itu baru dari beberapa depo saja supaya optimal maka kami selesaikan secara darurat selagi Kota Jogja siapkan alat dan operasional pengolahan di Piyungan dan tempat lain," kata Beny, Jumat (28/6/2024).
Beny menyatakan langkah darurat ini tidak bisa terus menerus dilakukan yakni dengan cara memindahkan sampah yang ada di Kota Jogja ke TPA Piyungan. Pemanfaatan celah kosong yang ada di Piyungan, kata dia sifatnya hanya sementara dan ditargetkan hanya sampai pada awal Juli mendatang.
BACA JUGA: Kepala Desa di Brebes Korupsi Dana Desa untuk Main Judi Online
"Ini kami ambil seiring dengan langkah Kota Jogja menyebut operasional TPS3R di sejumlah titik. Kalau itu selesai kota bisa menyelesaikan sampahnya sendiri," ungkapnya.
Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY Aris Prasena mengatakan, penggeseran timbunan sampah ke TPA Piyungan ini dilakukan selama tiga hari sejak 25-27 Juni 2024. Dalam kurun waktu tersebut dua depo di Mandala Krida dan Pringgokusuman memang menjadi prioritas pengosongan dengan menggunakan alat berat.
"Untuk depo sampah yang lain juga dilakukan pengurangan timbunan sampah, meskipun belum sepenuhnya kosong," ujarnya.
Aris mengklaim jumlah 1.000 ton lebih yang diangkut dari depo Kota Jogja itu telah sesuai dengan target untuk tahap 1. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi di hari Jumat dan Senin pada Tahap 1 ini.
Setelah dilakukan evaluasi pada tahap satu, selanjutkan akan dilakukan pergeseran lagi pada tahap II. "Depo mana lagi yang akan disasar kami akan melihat dulu evaluasinya seperti apa," katanya.
Aris mengatakan dalam upaya mengatasi tumpukan 5.000 ton lebih sampah di Kota Jogja memang tidak bisa dilakukan dalam sekali tahap pengangkutan.
Penyelesaiannya ditangani dalam dua tahap pergeseran ke TPA Piyungan. Selain itu tidak semua sampah akan digeser ke Piyungan, sebagian lainnya akan diolah oleh Pemkot Jogja.
“Di Kota Jogja juga ada fasilitas pengolahan yang sudah berjalan. Setidaknya mencapai 100 ton per hari. Ditambah 1.000 ton lebih yang kami geser, juga ditambah pergeseran tahap 2 nanti, harapannya akan mampu menyelesaikan angka estimasi 5.000 ton sampah ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.