GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Foto ilustrasi siswa SMA - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Kabupaten Sleman 2024 jalur zonasi wilayah masih berlangsung hingga Rabu (3/7/2024). Melihat pelaksanaan PPDB sebelumnya, diperkirakan tidak ada skeolah yang kekurangan murid.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menjelaskan dari pelaksanaan pendaftaran di semua jalur sejauh ini tidak ada kendala berarti. “Kami pantau sistemnya semuanya lancar, kami juga memantau ke sekolah-sekolah semua lancar,” ujarnya, Selasa (2/7/2024).
Meski demikian, beberapa orang tua dan calon siswa perlu penjelasan dan pendampingan dalam proses PPDB ini karena tidak semuanya memahami. “Yang perlu dijelaskan kepada masyarakat mungkin yang belum familier, itu sudah selesai kami bantu semuanya,” katanya.
Adapun kuota jalur zonasi wilayah saat ini sudah dikunci setelah mendapat penambahan dari sisa kuota tak terpenuhi jalur-jalur sebelumnya seperti prestasi, perpindahan tugas orang tua, afirmasi disabilitas dan zonasi radius.
Ia belum bisa menyampaikan apakah semua SMP sudah terisi penuh atau masih ada yang kekurangan pendaftar, karena proses pendaftaran masih berlangsung hingga terakhir Rabu (3/7/2024). “Saat ini belum bisa saya sampaikan,” ungkapnya.
BACA JUGA: 1.676 Calon Siswa SMP di Kota Jogja Akan Diterima Lewat Jalur Zonasi Daerah
Meski demikian, jika berkaca pada pengalaman PPDB tahun sebelumnya, ia memperkirakan semua sekolah terisi. “Kalau prediksi saya enggak ada yang kekurangan, karena seperti tahun lalu itu full. Semua sekolah negeri full,” kata dia.
Ia juga memastikan tidak ada wilayah yang tidak terakomodir dalam zonasi wilayah. Setiap kalurahan dipastikan masuk dalam zonasi wilayah minimal tiga SMP. “Enggak ada kalurahan yang enggak punya jalur zonasi wilayah. Semuanya ada, sudah kita bagi rata. Minimal jadi zonasi wilayah satunya tiga SMP,” katanya.
Terkait dengan ketersediaan daya tampung SMP, ia memastikan seluruh lulusan SD bisa terakomodasi walau tidak semuanya di SMP negeri. Lulusan SD di Kabupaten Sleman saat ini ada sekitar 16.000 orang, sedangkan daya tampung SMP negeri, MTS dan swasta totalnya sekitar 19.000.
“Pasti dapat sekolah. Hanya kalau maunya di negeri semua tidak bisa tertampung, karena hanya sekitar 9.000,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas