73 Sekolah di Sleman Gandeng BPBD Edukasi Bencana saat MPLS
Sebanyak 73 sekolah di Sleman mengajukan edukasi mitigasi bencana kepada BPBD selama MPLS 2026. Materi disesuaikan dengan potensi bencana wilayah
Penyerang baru PSS Sleman, Danilo Alves./Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN -- PSS Sleman terus melengkapi kepingan-kepingan pemainnya untuk menatap Liga 1 2024/2024.
Setelah merekrut gelandang asal Korea Selatan, mendatangkan gelandang bertahan dan kiper asal Brasil, Super Elja kini merekrut satu lagi legiun asing, Danilo Alves.
Datangnya Danilo membuat Bumi Sembada makin kuat dengan nuansa Samba di musim mendatang. Mulai dari jajan pelatih hingga para pemainnya.
BACA JUGA: Setelah Fachruddin Aryanto, PSS Rekrut Penjaga Gawang Ega Rizky ke Bumi Sembada
Kedatangan sang juru gedor asal Brasil, Danilo Alves diharapkan bisa menjadi jawaban untuk mengisi lini depan Super Elja di musim ini. Bermain di Liga Thailand, Danilo Alves menampilkan performa luar biasa dengan mencetak total 32 gol dalam 70 pertandingan.
Permainan haus gol yang ditampilkan Danilo di Negeri Gajah Putih tentu saja diharapkan bisa kembali terulang saat berseragam PSS Sleman.
"Saya datang dengan impian dan tujuan menjalani musim yang luar biasa bersama PSS. Memenuhi target dari manajemen, mencetak banyak gol jika ada kesempatan, siapa tahu mejadi top skor di liga. Semoga PSS sukses di musim ini mencapai tujuan bersama," kata Danilo pada Sabtu (6/7/2024).
Perkenalan pria berusia 33 tahun tersebut dengan sepak bola Indonesia diawali saat membela Chonburi FC. Kala itu, Danilo yang menjalani laga uji tanding melawan Persija Jakarta merasakan langsung atmosfir sepak bola Indonesia. Dalam laga yang berakhir imbang 3-3 tersebut, Danilo mencetak satu gol di kedatangannya di Indonesia.
"Saya terkesan dengan level pemain Indonesia di pertandingan tersebut. Saya melihat sepak bola Indonesia dengan sudut pandang yang bagus serta mengikutinya karena beberapa teman bermain di sini. Selain itu, saya juga jatuh cinta dengan negara ini," tandasnya.
Di sisi lain kedatangan tim pelatih dari Brasil juga menjadi alasan kuat Danilo menerima pinangan dari PSS Sleman. Secara pribadi Danilo memang ingin terus melanjutkan karir sepak bola profesional di Asia dan PSS menjadi salah satu jawabannya.
"Ini hal yang membuat senang karena selama berkarir di Asia saya tidak [pernah] bekerja dengan pelatih Brasil. Saya yakin ini akan menjadi musim yang luar biasa bagi saya dan PSS," lanjutnya.
Berbicara soal adaptasi, Danilo belum bisa banyak berkomentar lantaran baru tiba di Sleman. Namun ke depannya dia ingin secara cepat beradaptasi dengan tim karena suasana sepak bola Indonesia yang dinilai Danilo tak jauh beda dengan di Thailand.
Dari pandangan Danilo, sepak bola lekat dengan kerjasama tim dengan mengajak semua pihak terlibat untuk menjalaninya secara bahagia. Termasuk bersama suporter PSS.
"Saya bertekad melakukan yang terbaik untik membantu tim dan membawa banyak kegembiraan bagi seluruh suporter PSS. Mari kita menjalani semua ini secara luar biasa bersama-sama," ungkapnya.
Kini perjalanan penyerang haus gol, Danilo Alves telah berlabuh ke tanah Sleman, bersama Super Elja. Meski punya catatan cemerlang di Thailand, Danilo ingin berfokus untuk menulis cerita baru dalam karirnya bersama PSS Sleman.
"Saat ini, saya berada di PSS untuk menuliskan cerita baru. Mudah-mudahan, itu bisa berjalan sebaik mungkin dengan penampilan luar biasa di lapangan dengan mencetak banyak gol serta prestasi pada kompetisi mendatang," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 73 sekolah di Sleman mengajukan edukasi mitigasi bencana kepada BPBD selama MPLS 2026. Materi disesuaikan dengan potensi bencana wilayah
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Kolaborasi lintas negara tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata bersama masyarakat.
Kejagung menerbitkan sprindik baru untuk Febrie Adriansyah. Peluang pengajuan praperadilan kini menjadi sorotan dalam kasus tersebut.