Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Proses pembuatan suvenir keramik oleh anak-anak Kampung Satwa./Istimewa
SLEMAN—Kegiatan Kampus Masuk Desa yang merupakan perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi bertujuan agar akademisi mampu berkolaborasi bahkan ikut memikirkan pengembangan dan pembangunan masyarakat perdesaan.
Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dari lintas prodi bersama mahasiswa telah dilakukan oleh dosen Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana, Koniherawati dan dosen Biotek Universitas Kristen Duta Wacana, Kukuh Madyaningrana bersama dua mahasiswa Desain Produk, Michelle dan Delon (mahasiswa Angkatan 2023).
Kegiatan pengabdian masyarakat itu dilaksanakan di sebuah kampung kecil di mana terdapat satu RT06/RW 16 yang mengelola mini-zoo (kebun binatang kecil) bernama Kampung Satwa yang berada di Kedung Banteng, Kalurahan Sumber Agung, Kecamatan Moyudan, Sleman.
Kampung Satwa ini terbentuk dari hobi seorang warga yang kemudian ditularkan ke beberapa tetangganya dan teman-teman warga yang mencintai hewan.
Adanya lahan warisan yang cukup luas untuk membangun beberapa kandang hewan (satwa) baik unggas maupun reptil dari beberapa daerah seperti, mulai dari Papua, Sumatra, Kalimantan, hingga Brasil.
Keberadaan Kampung Satwa Kedung Banteng menjadi pilot project kampung wisata yang juga mengedukasi bagi sekolah-sekolah di sekitarnya dengan kunjungannya untuk anak-anak (siswa) belajar mengenal satwa langka dan dilindungi ihwal bentuk, makanan, cara berkembang biak, perawatan dan lainnya.
Kampung Satwa menjadi lebih dikenal sebagai Eco Eduwisata, selain sebagai lokasi wisata sekaligus belajar mengenal satwa dan lingkungannya, bahkan jenis tumbuh-tumbuhan yang di budi daya untuk kelangsungan hidup satwa-satwa yang dipelihara. “Sungguh sangat menarik dan berdampak positif,” kata dosen Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana, Koniherawati melalui keterangan resminya, dikutip Minggu (7/7/2024).
Seiring adanya kunjungan wisata ke Kampung Satwa maka dalam kesempatan kerja sama pengabdian masyarakat antara prodi Desain produk UKDW (Univ.Kristen Duta Wacana) dengan Kampung Satwa Kedung Banteng, maka muncullah ide pelatihan membuat suvenir berupa peluit keramik dengan bentuk satwa yang ada dan daerah Moyudan. Terlebih daerah ini memiliki potensi bahan baku tanah liat.
Selain itu, diberikan pula pelatihan teknik membatik dengan pewarnaan rhemasol bagi warga Kampung Satwa agar ke depannya bisa memproduksi cinderamata sebagai kenang-kenangan (buah tangan) para pengunjung selain memberi pemasukkan dana pemeliharaan satwa dan perawatannya lainnya.
Cinderamata penting diciptakan selain bertujuan sebagai buah tangan juga sekaligus menjadi visual-branding bagi Kampung Satwa dalam menunjang Eco Eduwisata.
Visual-branding yang unik (inovatif) akan mudah diingat dan diminati sebagai kenang-kenangan akan pengalaman wisata dan edukasi yang diperoleh para pengunjung.
Oleh karena itu diperlukan pelatihan akan bagaimana mencari ide, pengenalan bahan dan teknik pembuatan pada warga Kedung Banteng, khususnya pengelola mini-zoo Kampung Satwa. Sementara dari kalangan ibu rumah tangga banyak yang tertarik pada belajar membatik untuk dapat diterapkan pada cinderamata berupa tote-bag atau udeng (penutup kepala), dan juga selendang.
Teknik keramik banyak diminati anak-anak karena dikenalkan dengan bentuk cinderamata berupa sempritan (peluit) bentuk burung dan kura-kura Brasil dan tidak menutup kemungkinan berupa mug, atau produk keramik lainnya yang tetap mempunyai identitas satwa-satwa yang ada.
Hal ini menarik agar Kampung Satwa mulai memikirkan regenerasi ke depannya. Keluarga Pak Henk sebagai pelopor keberadaan Kampung Satwa karena hobinya memelihara satwa mempunyai ide menarik untuk menuangkan cerita-cerita fabel yang ada pada relief candi-candi, seperti candi Sojiwan (Kalasan) maupun Mendut (Borobudur) untuk dituangkan dalam visual cinderamata untuk menggali budaya dongeng anak-anak yang berisi petuah, nasehat etika dan moral yang mulai hilang pada perilaku anak-anak jaman sekarang yang sudah banyak terkontaminasi dengan berita medsos yang banyak unsur kekerasan atau bullying.
Diharapkan melalui cinderamata yang khas sebagai visual branding Kampung Wisata akan mendatangkan income (pemasukan) materi juga lebih melengkapi tujuan edukasi (Pendidikan) moral dan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.