Pameran Karya Siswa Warnai Pembagian Rapor di SMP Stella Duce 2 Jogja
Pameran karya siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mewarnai pembagian rapor, menjadi ruang apresiasi bakat, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Tugu Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya membangun budaya tertib di Kota Jogja terus diperkuat lewat pengembangan Kampung Panca Tertib. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja mencatat sudah ada 165 kampung yang menyandang predikat tersebut sejak program diluncurkan pada 2015.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, mengatakan program ini dirancang agar masyarakat tidak lagi menjadi sasaran penertiban, tetapi menjadi bagian utama dalam menjaga ketertiban di lingkungannya. “Melalui Gerakan Kampung Panca Tertib, masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek penertiban, tetapi menjadi subjek dan agen perubahan,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Dalam program ini, warga dibekali pelatihan serta pendampingan untuk menguatkan lima pilar ketertiban: ketertiban di daerah milik jalan, ketertiban bangunan, ketertiban usaha, ketertiban lingkungan, dan ketertiban sosial. Masyarakat didorong menjadi pelopor yang mampu memberi contoh sekaligus mengajak lingkungan sekitar untuk tertib.
Octo menambahkan, deklarasi kampung bukanlah titik akhir. Pemerintah Kota Jogja terus melakukan pemantauan, evaluasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat untuk memastikan nilai-nilai ketertiban dapat diterapkan secara konsisten. “Deklarasi bukan akhir dari proses. Justru setelah itu diperlukan pendampingan dan pengawasan berkelanjutan agar budaya tertib benar-benar tumbuh dan mengakar di masyarakat,” ucapnya.
Tahun ini, Pemkot Jogja mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,8 miliar untuk mendukung pendampingan serta penguatan kapasitas masyarakat di Kampung Panca Tertib.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa kehadiran kampung-kampung ini diharapkan mampu menjadi teladan ketertiban dan keamanan bagi kawasan lain. Ia mendorong para relawan, pelopor ketertiban, fasilitator, dan Duta Kampung Panca Tertib untuk terus berperan aktif.
“Gerakan Kampung Panca Tertib diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran karya siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mewarnai pembagian rapor, menjadi ruang apresiasi bakat, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.