Komisi A DPRD Jogja Dorong Seni Jalanan Dikurasi dan Punya Lokasi Khusus
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Ilustrasi bregada/Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menggelar Festival bregada Mbantul Kawulo Mataram di Lapangan Trirenggo pada Sabtu (13/7/2024).
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Saryadi menyampaikan festival bregada tersebut digelar untuk meningkatkan daya tarik Bantul pada wisatawan.
"Festival ini menampilkan potensi budaya [Mataram] sebagai penambah daya tarik wisata di Bantul," katanya dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul, pada Minggu (14/7/2024).
Menurutnya, atraksi budaya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung di Bantul. Dia menilai setiap wilayah di Bantul memiliki berbagai potensi budaya yang berbeda. Menurutnya, apabila potensi budaya dapat dikelola dengan optimal, maka dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih berharap agar kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi media pelestari budaya Mataram.
“Saya berpesan Budaya Mataram adalah warisan budaya leluhur yang harus tetap dijaga dan dilestarikan sebagai sarana meneguhkan karakter bangsa,” ujarnya.
Dia menuturkan keberadaan para bregada tersebut memiliki makna sebagai kekuatan dan keberanian yang tersembunyi dibalik kesederhanaan. Dia menuturkan dalam setiap dentingan gamelan yang mengiringi festival tersebut, ada kisah heroik dan pengorbanan bregada yang mengukir sejarah.
“Mata para bregada memancarkan ketenangan namun dibaliknya tersembunyi keteguhan yang siap menghalau ancaman yang datang, terutama ancaman yang mengancam keistimewaan Yogyakarta,” ujarnya.
Dia menuturkan bregada tersebut dihadirkan dari berbagai kapanewon di Bantul. Dalam festival tersebut, para bregada menampilkan berbagai atraksi yang memukau penonton. Mereka berjalan sambil membawa senjata tradisional dan memainkan musik gamelan. Penonton yang hadir tampak antusias menyaksikan setiap penampilan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.