Jelang Tahun Ajaran Baru, Ini Risiko Inflasi di Jogja 2026
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul tengah mengkaji rencana pemberlakuan paket wisata yang melibatkan beberapa destinasi wisata di Bantul untuk pemerataan kunjungan wiatawan di semua destinasi wisata di Bumi Projotamansari.
"Ke depan akan kita kaji efektif atau enggak pemberlakuan tiket sekaligus paket destinasi menjadi satu paket," kata Kepala Dinpar Bantul, Saryadi, Selasa (16/7/2024).
Dia menuturkan selama ini destinasi yang dikunjungi wisatawan belum merata, hanya beberapa destinasi yang menjadi favorit wisatawan. Karena itu, menurut dia upaya pembuatan paket wisata tersebut digagas untuk mendorong pemerataan jumlah wisatawan.
Meski begitu, menurut Saryadi, pihaknya akan mempertimbangkan beberapa destinasi wisata yang potensial untuk dijajakan. Sehingga, apabila konsep tersebut diterapkan tidak akan membebani wisatawan yang akan berkunjung.
"Sedang kita pikirkan [paket wisata], kita takutkan nanti kontra produktif rangkaian paketnya, jangan sampai [wisatawan] enggak pengen kesana. Nanti harus kita uji cobakan," katanya.
Dia menuturkan sejauh ini Dinpar Bantul telah menjalin komunikasi dengan Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) DIY terkait beberapa destinasi wisata Bantul yang potensial dijadikan dalam satu paket wisata.
"Kerjasama secara formal belum ada. Kita baru sounding ke ASITA, agar mengarahkan wisatawan itu paketnya diambil tidak hanya satu atau dua di Bantul," katanya.
BACA JUGA: Pantai Selatan Masih Jadi Favorit Wisatawan Selama Libur Sekolah
Kedepan, menurut Saryadi, pihaknya akan mencoba memetakan potensi destinasi wisata alam dan budaya yang dapat dipadukan menjadi satu paket wisata Bantul. Pihaknya pun akan menggandeng beberapa Community Based Tourism (CBT) dalam pengembangan tersebut. Karena menurut Saryadi, Dinpar Bantul mendukung pemerataan wisatawan bukan hanya di destinasi wisata yang dikelola pemerintah, namun juga yang dikelola CBT.
Sementara Ketua Koperasi Notowono Mangunan, Purwo Harsono menyampaikan pihaknya selama ini secara mandiri telah bekerjasama dengan beberapa agen wisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan sejak sekitar dua tahun lalu.
"Kami juga sudah ada beberapa paket desa wisata. Beberapa sudah kerjasama [dengan agen wisata], tetapi belum secara khusus mengadakan MOU jadi by person," katanya.
Dia menilai kerjasama tersebut efektif meningkatkan kunjungan wisata terutama rombongan setiap bulannya.
"Ini akan lebih efektif kalau banyak travel agent dikoordinir oleh dinas dan bekerjasama dengan destinasi maupun desa wisata ini menjadi peluang yang baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Kota Jogja memantau potensi inflasi Juni 2026 jelang tahun ajaran baru, terutama dari biaya sekolah dan perlengkapan pendidikan.
Layanan SIM keliling Gunungkidul kembali dibuka 11 Juni 2026. Simak jadwal, lokasi SIMMADE, SIMPITU, hingga syarat perpanjangan SIM.
Layanan SIM keliling Jogja dan drive thru kembali dibuka 11 Juni 2026. Simak lokasi, jadwal, serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter. Ekonom nilai langkah ini realistis untuk menjaga APBN dan ketahanan fiskal.
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter mulai Juni 2026, sementara Pertalite tetap Rp10.000. Simak daftar lengkap BBM terbaru di sini.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.