Lowongan Pekerjaan: Gunungkidul Ajukan 370 Formasi Pegawai, Ini Rinciannya
Pemkab Gunungkidul mengajukan 370 formasi pegawai 2026, terdiri dari 335 CPNS dan 35 PPPK, tetapi masih menunggu persetujuan pusat.
Sejumlah siswa di SMK Muhammadiyah Pakem mengikuti kegiatan MPLS dengan materi tentang kebencanaan yang diisi oleh tim dari BPBD Sleman. Selasa (16/7/2024) ist
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman melakukan sosialiassi tentang kesiapsiagaan bencana ke puluhan sekolah. Kegiatan ini menjadi rangkaian program masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di tahun ajaran 2024-2025.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya ikut diundang menjadi pembicara dalam kegiatan MPLS di tahun ajaran baru yang dimulai sejak Senin (15/7/2024).
BACA JUGA: Gudang Penyimpanan Limbah Kayu Putih di Tahura Bunder Gunungkidul Terbakar
Hingga kini, sudah ada jadwal untuk sosialisasi tentang kebencanaan lebih di 70 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA sederajat. "Sudah ada 72 sekolah yang meminta diberikan sosialisasi tentang mitigasi kebencanaan. Sesuai jadwal, pelaksanaan akan berlangsung hingga Senin [29/7/2024],” kata Bambang, Selasa (16/7/2024).
Meski jadwal jadi semakin padat, ia memberikan apresiasi kepada sekolah yang meminta dilakukan sosialisasi tentang kebencanaan. Untuk pelaksanaan, BPBD menerjunkan 30 perseonel guna mengisi materi dalam program kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
Menurut dia, materi yang diberikan berkaitan dengan potensi bencana di lingkungan sekitar serta cara bertindak pada saat terjadi bencana alam. Diharapkan program ini dapat memberikan pemahaman bagi para siswa tentang mitigasi bencana yang dapat diterapkan pada saat terjadi bencana alam.
“Kami juga lakukan simulasi gempa dengan melibatkan para siswa. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat tentang masalah kebencanaan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan menambahkan, program kesiapsiagaan kebencanaan terus dilakukan. Selain melakukan sosialisasi ke sekolah, juga dilaksanakan dengan memperluas jaringan kalurahan Tangguh bencana di Bumi Sembada.
Dia mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki 86 kalurahan. Dari jumlah itu, sudah ada 81 kalurahan yang berstatus kalurahan Tangguh bencana.
“Tinggal lima kalurahan lagi dan kami target sudah terbentuk di akhir tahun ini sehingga semuanya bisa menyandang sebagai kalurahan Tangguh bencana,” kata Makwan.
Dia menjelaskan, lima wilayah yang belum memilik status kalurahan Tangguh bencana meliputi Nogotirto di Kapanewon Gamping, Kalurahan Sendangadi dan Sumberadi, Mlati. Selanjutnya di Kapanewon Minggir ada Kalurahan Sedangarum, Sedangmulyo.
“Pembentukan sudah dimulai dan berlangsung di Kalurahan Nogotirta. Empat kalurahan lainnya menyusul sehingga di akhir tahun semua sudah terbentuk sebagai kalurahan tangguh bencana,” katanya.
Makwan mengungkapkan, pembentukan kalurahan Tangguh bencana sebagai bagian dari mitigasi kebencanaan. Diharapkan melalui program ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya masyarakat sehingga terbentuk masyarakat tangguh menghadapi bencana.
“Di dalam pembentukan juga ada simulasi bencana dengan upaya penagangan yang melibatkan relawan dan warga sekitar. Ini nantinya bisa menjadi bekal penangnaan pada saat terjadi bencana di wilayah masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengajukan 370 formasi pegawai 2026, terdiri dari 335 CPNS dan 35 PPPK, tetapi masih menunggu persetujuan pusat.
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Galaxy S27 Ultra dari kamera, baterai, chipset, layar, harga hingga prediksi spesifikasinya.
Sebanyak 42 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu sore.
Pesawat aerosport Sky Ranger jatuh dan terbakar di persawahan Blora. Dua awak selamat dengan luka ringan setelah pendaratan darurat.
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga 7 September 2026 akibat abu vulkanik Anak Krakatau.