Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan ditemui pada Senin (22/1/2024)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN - Pemkab Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan hingga saat ini belum menggunakan anggaran biaya tak terduga penanganan bencana sebesar Rp12 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Senin, mengatakan Pemkab Sleman telah mengeluarkan surat keputusan penetapan siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku hingga 31 Desember 2024.
"Dengan status siaga bencana tersebut, kami bisa mengakses anggaran tersebut. Namun, hingga saat ini, kami belum menggunakannya," kata Makwan.
Ia mengatakan siaga darurat bencana hidrometeorologi mulai dari bencana angin kencang, tanah longsor dan banjir. Seluruh kapanewon di Sleman, berpotensi terkena dampak bencana hidrometeorologi.
Wilayah yang berpotensi tanah longsor di Kapanewon Cangkringan, Pakem, Prambanan, Godean, Gamping dan Sayegan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana di sekitar," katanya.
Makwan mengatakan bantuan yang dilakukan oleh BPBD selama ini, yakni dari pos anggaran bantuan tidak direncanakan. Hal ini sesuai dengan Perbup 56. Sedangkan biaya tak terduga yang anggarannya Rp12 miliar itu bisa digunakan oleh dinas sosial, dinas kesehatan dan BPBD. Penggunaan BTT sangat situasional dan kebutuhan.
"Namun BPBD belum menggunakannya," katanya.
Lebih lanjut, Makwan mengatakan Perbub 56 ini mengatur besaran bantuan yang diterima masyarakat terdampak bencana. Masyarakat dengan kondisi rumah dengan tingkat kerusakan parah bisa mendapat bantuan Rp50 juta, kemudian luka dan dirawat di rumah sakit, bantuan maksimal Rp20 juta.
"Bantuan yang diterima korban didasarkan pada dampak kerugian yang ditanggung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.