Kasus Pemerkosaan Gadis Disabilitas di Gunungkidul Terungkap
Kasus pemerkosaan gadis disabilitas di Gunungkidul terungkap. Dua pelaku ditangkap dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman menyiapkan bantuan air bersih ke Masyarakat sebanyak 163 tangki mengantisipasi bencana kekeringan di musim kemarau tahun ini. Meski demikian, hingga sekarang belum ada permintaan droping air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, meski cakupan terdampak kekeringan di Bumi Sembada relative kecil, namun tetap menyiapkan skema bantuan air bersih di Masyarakat. Program ini dipersiapkan bagi warga yang mengalami krisis pada saat puncak musim kemarau.
“Tetap ada alokasi bantuan droping air bersih. Tapi hingga sekarang belum ada yang mengajukan permintaan,” kata Makwan, Rabu (17/7/2024).
BACA JUGA: Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian, Pemerintah Galakkan Pompanisasi
Dia menjelaskan untuk bantuan yang disedikan sebanyak 163 tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Hal ini berarti ada sekitar 815.000 liter air bersih yang siap disalurkan.
Berdasarkan pengalaman di 2023, sambung Makwan, warga yang mengalami krisis air berada di wilayah aliran Selokan Mataram dan Van Der Wijck yang sempat dimatikan karena perbaikan. Wilayah ini meliputi warga di Kapanewon Minggir dan Moyudan.
Diharapkan adanya stok bantuan ini bisa dimanfaatkan pada saat ada permintaan air bersih di Masyarakat. “Hingga sekarang belum ada yang mengajukan bantuan, tapi kami tetap stand by sewaktu-waktu dibutuhkan segera menyalurkannya,” ungkap Makwan.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro. Menurut dia, krisis air yang terjadi sangat erat kaitannya dengan keberadaan Saluran Van Der Wijck dan Mataram. Pada saat ada kebijakan selokan dimatikan, maka akan berdampak terhadap warga sekitar selokan.
Berdasarkan informasi yang diterima aka nada kebijakan mematikan Selokan Van Der Wijck selama satu bulan. Adapun untuk Selokan Mataram hingga sekarang belum ada informasi apakah akan dimatikan atau tidak.
“Mudah-mudahan tidak ada krisis air lagi seperti di tahun lalu,” katanya.
Untuk mengurangi risiko kekurangan air bersih saat kemarau, Bambang mengakui sudah ada edukasi ke Masyarakat. Salah satunya agar menggunakan air secara hemat dan secukupnya. “Intinya jangan boros karena saat kemarau stoknya tidak sebanyak saat penghujan. Jadi, dipergunakan dengan secukupnya,” kata dia. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus pemerkosaan gadis disabilitas di Gunungkidul terungkap. Dua pelaku ditangkap dan terancam hukuman hingga 12 tahun penjara.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.