11 Bayi Dievakuasi dari Sebuah Rumah di Pakem Sleman, 3 Sakit
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Pemilik warung kelontong, Sukini sedang menceritakan kronologi dugaan penipuan oleh dua bule di Padukuhan Gading II, Kalurahan Gading, Playen, Kamis, (18/7/2024). Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua warga negara asing (WNA) diduga melakukan penipuan di sebuah warung, Padukuhan Gading II, Kalurahan Gading, Playen pada Senin, (15/7/2024).
Kedua bule ini diduga merupakan orang yang sama yang pernah bertindak serupa di Kapanewon Purwosari dan Panggang.
Pemilik Warung, Sukini mengatakan ada dua WNA yang turun dari mobil putih yang terparkir di seberang jalan. Dua orang ini bertubuh pendek dan tinggi. Salah satu di antara mereka ingin menukar dua lembar uang Rp50.000 dengan satu lembar uang Rp100.000 model lama.
BACA JUGA: Viral 2 Bule Menipu di Kios Warga Gunungkidul, Begini Kronologinya
“Bule yang pendek itu sudah tua lah. Kalau yang tinggi kelihatan masih muda. Mereka seperti orang Pakistan. Di dalam mobil ada juga sopirnya tapi tidak kelihatan,” kata Sukini ditemui di warungnya, Kamis, (18/7/2024).
Bule tua ini pakai kemeja biru dan celana hitam. Kalau bule muda pakai kaos. Tiba-tiba, kata dia bule bertubuh pendek sudah berada di dalam warung. Bule ini kemudian melihat-lihat dan mencermati mainan anak yang berada di sebuah rak. Anaknya mengatakan kalau uang Rp100.000 model lama tidak ada.
Bule yang ternyata bisa menggunakan bahasa Indonesia ini memakai pakaian rapih. Sukini mengira mereka merupakan wisatawan biasa yang melancong di Gunungkidul.
Dua bule ini kelabakan lantaran aksinya diketahui tetangga Sukini. Mereka kemudian masuk mobil dan pergi ke arah Jogja, tapi tidak lama setelah itu mereka berbalik menuju arah Wonogiri. Beruntung Sukini belum memberikan uang sepeser pun.
BACA JUGA: WNA Asal Spanyol Laporkan Rekannya Sesama WNA Spanyol karena Dugaan Penipuan
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ary Murtini mengatakan informasi yang dia dapat ada dua kejadian dugaan hipnotis yaitu di Kapanewon Panggang dengan satu informasi dan Purwosari dengan dua informasi.
“Kami menindaklanjuti dengan meminta bantuan dan perintah kepada para kapolsek, bhabinkamtibmas, termasuk petugas di Polres harus melakukan sambang untuk memberi penyuluhan supaya tidak mudah jadi korban hipnotis,” kata Ary.
Ary belum dapat menyatakan apakah kedua bule ini benar-benar WNA. Polisi sedang melakukan penyelidikan sembari melakukan tindakan preventif dan preemtif. Belum ada kerja sama dengan Kantor Imigrasi.
Melalui rekaman CCTV yang didapat Polres, Ary menegaskan bahwa nomor polisi mobil bule ini tampak sengaja diburamkan agar tidak mudah dideteksi. Dia meminta waktu untuk menyelidiki kejadian ini.
Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto membenarkan ada informasi duggan hipnotis di Kalurahan Gading. “Informasi ini sedang kami tindak lanjuti,” kata Suryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.