Sleman Minta Pelajar dan Orang Tua Teken Komitmen Cegah Tawuran hingga Kekerasan
Pemkab Sleman meminta pelajar dan orang tua menandatangani komitmen mencegah kenakalan remaja, kekerasan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.
Pemilik warung kelontong, Sukini sedang menceritakan kronologi dugaan penipuan oleh dua bule di Padukuhan Gading II, Kalurahan Gading, Playen, Kamis, (18/7/2024). Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua warga negara asing (WNA) diduga melakukan penipuan di sebuah warung, Padukuhan Gading II, Kalurahan Gading, Playen pada Senin, (15/7/2024).
Kedua bule ini diduga merupakan orang yang sama yang pernah bertindak serupa di Kapanewon Purwosari dan Panggang.
Pemilik Warung, Sukini mengatakan ada dua WNA yang turun dari mobil putih yang terparkir di seberang jalan. Dua orang ini bertubuh pendek dan tinggi. Salah satu di antara mereka ingin menukar dua lembar uang Rp50.000 dengan satu lembar uang Rp100.000 model lama.
BACA JUGA: Viral 2 Bule Menipu di Kios Warga Gunungkidul, Begini Kronologinya
“Bule yang pendek itu sudah tua lah. Kalau yang tinggi kelihatan masih muda. Mereka seperti orang Pakistan. Di dalam mobil ada juga sopirnya tapi tidak kelihatan,” kata Sukini ditemui di warungnya, Kamis, (18/7/2024).
Bule tua ini pakai kemeja biru dan celana hitam. Kalau bule muda pakai kaos. Tiba-tiba, kata dia bule bertubuh pendek sudah berada di dalam warung. Bule ini kemudian melihat-lihat dan mencermati mainan anak yang berada di sebuah rak. Anaknya mengatakan kalau uang Rp100.000 model lama tidak ada.
Bule yang ternyata bisa menggunakan bahasa Indonesia ini memakai pakaian rapih. Sukini mengira mereka merupakan wisatawan biasa yang melancong di Gunungkidul.
Dua bule ini kelabakan lantaran aksinya diketahui tetangga Sukini. Mereka kemudian masuk mobil dan pergi ke arah Jogja, tapi tidak lama setelah itu mereka berbalik menuju arah Wonogiri. Beruntung Sukini belum memberikan uang sepeser pun.
BACA JUGA: WNA Asal Spanyol Laporkan Rekannya Sesama WNA Spanyol karena Dugaan Penipuan
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ary Murtini mengatakan informasi yang dia dapat ada dua kejadian dugaan hipnotis yaitu di Kapanewon Panggang dengan satu informasi dan Purwosari dengan dua informasi.
“Kami menindaklanjuti dengan meminta bantuan dan perintah kepada para kapolsek, bhabinkamtibmas, termasuk petugas di Polres harus melakukan sambang untuk memberi penyuluhan supaya tidak mudah jadi korban hipnotis,” kata Ary.
Ary belum dapat menyatakan apakah kedua bule ini benar-benar WNA. Polisi sedang melakukan penyelidikan sembari melakukan tindakan preventif dan preemtif. Belum ada kerja sama dengan Kantor Imigrasi.
Melalui rekaman CCTV yang didapat Polres, Ary menegaskan bahwa nomor polisi mobil bule ini tampak sengaja diburamkan agar tidak mudah dideteksi. Dia meminta waktu untuk menyelidiki kejadian ini.
Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto membenarkan ada informasi duggan hipnotis di Kalurahan Gading. “Informasi ini sedang kami tindak lanjuti,” kata Suryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman meminta pelajar dan orang tua menandatangani komitmen mencegah kenakalan remaja, kekerasan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.
Raphael Marantika mencetak 12 poin dan 7 rebound saat Olifant bangkit mengejar BOSA sebelum kalah 53-60 di final DBL Jogja 2026.
Simak cara daftar bansos 2027 lewat Perlinsos Digital. Siapkan NIK, IKD, verifikasi wajah, dan data PLN untuk pengajuan PKH atau BPNT.
Pameran Trinetra di Jogja berlangsung 13-17 Oktober 2026, menghadirkan koleksi museum, tur kuratorial, cek mata gratis, dan edukasi sejarah.
Fenomena ikan teri terdampar di Pantai Wediombo, Gunungkidul, menarik ratusan warga. Hasil tangkapan bisa mencapai 4 kg untuk lauk keluarga.
UKDW mendorong konservasi Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong melalui riset lima tahun, kolaborasi lintas sektor, dan Piagam Amerta Bhumi.