Profil Perry Warjiyo, Arsitek QRIS yang Mundur dari BI
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul membenarkan bahwa luasan gumuk pasir barchan di kawasan pesisir selatan Bantul terus menyusut. Berdasarkan catatan mereka, saat ini luasan gumuk pasir hanya tersisa 17 hektare.
Kepala Dispar Bantul, Saryadi mengatakan salah satu penyebab terhentinya pertumbuhan gumuk pasir barchan adalah kesalahan kebijakan yang dilakukan pada masa lalu.
Sekitar 30 tahun lalu, kata Saryadi, ada kebijakan untuk mengatasi pergerakan pasir ke tanah milik warga, dengan melakukan reboisasi atau penghijauan. Alhasil, saat ini gumuk pasir barchan tertutup vegetasi dari program reboisasi.
"Kebijakan ini sebenarnya dulu tidak ada salahnya. Karena pasir gumuk barchan itu kan terus bergerak pada 30-40 tahun lalu ke arah utara. Nah, pergerakan gumuk pasir itu menutup lahan-lahan pertanian milik warga. Lalu reboisasi itu berhasil dan membuat pergerakan pasir yang menutup sawah berhenti," katanya, Selasa (23/7/2024).
Atas kondisi tersebut, diakui Saryadi, maka pertumbuhan dan pergerakan dari pasir gumuk barchan terhenti. Begitu juga angin yang menerbangkan pasir gumuk barchan tidak bisa bergerak.
BACA JUGA: Gumuk Pasir di Parangtritis Diusulkan Jadi Geopark Nasional
Sebelumnya diberitakan, gumuk Pasir yang ada di kawasan Pantai Parangtritis yang merupakan salah satu Geopark Jogja bakal dinilai oleh tim nasional. Penilaian dilakukan untuk ditingkatkan statusnya menjadi Geopark Nasional.
Selama ini Pemda DIY, Pemkab Bantul, dan beberapa stakeholder terkait lainnya telah menyusun rencana restorasi Gumuk Pasir. Rencana restorasi tersebut digagas untuk mengembalikan fungsi ekologis Gumuk Pasir.
Dia menuturkan, rencana penataan tersebut masih terus dibahas. Dispar sementara tidak akan mengubah apapun yang ada di sana. "Sementara ini kami status quo dalam pengelolaan Gumuk Pasir. Kami tidak akan melakukan sentuhan, sampai menunggu keputusan [rencana restorasi Gumuk Pasir dari beberapa stakeholder terkait]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.