Bus Tak Lagi Parkir di TKP Senopati, Ini Lokasi Drop Zone Wisata Taman Pintar Jogja
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana akan membatasi wisatawan yang memasuki Gumuk Pasir ke depan. Rencana tersebut akan diterapkan untuk memastikan keberlangsungan Gumuk Pasir.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinpar Bantul, Yuli Hernadi menyampaikan Dinpar Bantul telah memiliki road map pengembangan wisata di Bantul. Dalam road map tersebut, dia menuturkan Gumuk Pasir Parangtritis akan dikembangkan menjadi wisata premium.
Dia menilai rencana tersebut digagas lantaran menurutnya saat ini Gumuk Pasir Parangtritis hampir tidak ada aktivitas lantaran disana akan digunakan sebagai Geopark.
"Gumuk pasir akan kita restorasi, di zona inti gumuk tidak ada aktivitas apapun, itu akan menjadi wisata premium di Bantul," katanya.
"Tidak semua masuk zona inti Gumuk Pasir, akan dibatasi," ujarnya.
Sementara menurutnya untuk kunjungan pariwisata berskala besar, Pemkab Bantul akan mengarahkan ke Pantai Parangtritis dan Pantai Barat. Dia menuturkan rencana pengembangan tersebut diselaraskan dengan pengajuan Gumuk Pasir Parangtritis sebagai Geopark Nasional.
BACA JUGA: Dukung Gumuk Pasir Jadi Geopark Jogja, Pemkab Bantul Tahun Ini Akan Tebangi Vegetasi
Sementara General Manager Badan Pengelola Geopark Jogja, Dihin Nabrijanto menyampaikan untuk menjaga keberlangsungan Pemkab Bantul tengah menggagas rencana restorasi Gumuk Pasir Parangtritis. Menurutnya, rencana restorasi tersebut akan rampung dalam waktu dekat.
"Dokumen [restorasi Gumuk Pasir] akan selesai bulan depan atau bulan ini. Setelah itu selesai itu [dokumen restorasi Gumuk Pasir Parangtritis] akan digunakan untuk merealisasikan restorasi Gumuk Pasir," ujarnya.
Dia menuturkan konsep restorasi Gumuk Pasir Parangtritis tersebut akan mengutamakan komunikasi dan pemberdayaan masyarakat setempat. Menurutnya, Pemda DIY dan Pemkab Bantul tidak menutup mata mengenai ada puluhan masyarakat yang menggantungkan hidupnya disana, antara lain pengelola jeep, ATV dan trail.
"Kita akan melakukan pendekatan bagaimana cara untuk merelokasi dengan cara yang manusiawi. Bagaimana kita menyadarkan masyakat untuk sama-sama menjaga Gumuk [Pasir Parangtritis] akan bisa berkesinambungan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Empat WNI korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh perompak Somalia dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.