Wakil Wali Kota Jogja: Optimis Target PBB-P2 Tahun Ini Tercapai
Pemkot) Jogja menggelar Pekan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026 di Grha Pandawa pada Kamis (4/6/2026)
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana akan membatasi wisatawan yang memasuki Gumuk Pasir ke depan. Rencana tersebut akan diterapkan untuk memastikan keberlangsungan Gumuk Pasir.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinpar Bantul, Yuli Hernadi menyampaikan Dinpar Bantul telah memiliki road map pengembangan wisata di Bantul. Dalam road map tersebut, dia menuturkan Gumuk Pasir Parangtritis akan dikembangkan menjadi wisata premium.
Dia menilai rencana tersebut digagas lantaran menurutnya saat ini Gumuk Pasir Parangtritis hampir tidak ada aktivitas lantaran disana akan digunakan sebagai Geopark.
"Gumuk pasir akan kita restorasi, di zona inti gumuk tidak ada aktivitas apapun, itu akan menjadi wisata premium di Bantul," katanya.
"Tidak semua masuk zona inti Gumuk Pasir, akan dibatasi," ujarnya.
Sementara menurutnya untuk kunjungan pariwisata berskala besar, Pemkab Bantul akan mengarahkan ke Pantai Parangtritis dan Pantai Barat. Dia menuturkan rencana pengembangan tersebut diselaraskan dengan pengajuan Gumuk Pasir Parangtritis sebagai Geopark Nasional.
BACA JUGA: Dukung Gumuk Pasir Jadi Geopark Jogja, Pemkab Bantul Tahun Ini Akan Tebangi Vegetasi
Sementara General Manager Badan Pengelola Geopark Jogja, Dihin Nabrijanto menyampaikan untuk menjaga keberlangsungan Pemkab Bantul tengah menggagas rencana restorasi Gumuk Pasir Parangtritis. Menurutnya, rencana restorasi tersebut akan rampung dalam waktu dekat.
"Dokumen [restorasi Gumuk Pasir] akan selesai bulan depan atau bulan ini. Setelah itu selesai itu [dokumen restorasi Gumuk Pasir Parangtritis] akan digunakan untuk merealisasikan restorasi Gumuk Pasir," ujarnya.
Dia menuturkan konsep restorasi Gumuk Pasir Parangtritis tersebut akan mengutamakan komunikasi dan pemberdayaan masyarakat setempat. Menurutnya, Pemda DIY dan Pemkab Bantul tidak menutup mata mengenai ada puluhan masyarakat yang menggantungkan hidupnya disana, antara lain pengelola jeep, ATV dan trail.
"Kita akan melakukan pendekatan bagaimana cara untuk merelokasi dengan cara yang manusiawi. Bagaimana kita menyadarkan masyakat untuk sama-sama menjaga Gumuk [Pasir Parangtritis] akan bisa berkesinambungan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot) Jogja menggelar Pekan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026 di Grha Pandawa pada Kamis (4/6/2026)
Harga Pertamax naik jadi Rp16.250 per liter mulai Juni 2026, sementara Pertalite tetap Rp10.000. Simak daftar lengkap BBM terbaru di sini.
Jadwal KRL Jogja–Solo 11 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek semua jam keberangkatan di sini.
PDAM Sleman jamin pasokan air bersih saat libur sekolah 2026 untuk hingga 450 ribu wisatawan, sekaligus antisipasi kemarau.
DIY kekurangan dokter paru, baru 37 dari kebutuhan 160. Akses layanan pasien terhambat, fasilitas kesehatan jadi sorotan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 11 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.