Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Anak-anak mengikuti PIN Polio di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Kamis (25/7/2024). Istimewa/Dokumen Dinkes Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio mulai Selasa (23/7/2024).
Untuk menghindari penumpukan peserta, pelaksanaan di wilayah dilaksanakan puskesmas dan bekerja sama dengan pemangku wilayah.
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah, menjelaskan pelaksanaan PIN tersebar di berbagai titik di setiap wilayah di Kota Jogja, yang dikoordinasi oleh puskesmas.
“Sasarannya bayi baru lahir sampai anak usia tujuh tahun. Kami bekerja sama dengan pemangku wilayah kemantren, kelurahan, dan sekolah dan semuanya dikoordinasi oleh puskesmas di wilayah masing-masing,” ujarnya, Kamis (25/7/2024).
Untuk pelaksanaannya tersebar di berbagai titik, seperti di kantor kemantren, kantor kelurahan, dan sekolah, tergantung kesepakatan. “Lokasinya banyak, satu kelurahan minimal ada satu lokasi,” katanya.
Dengan disebarnya pelaksanaan vaksinasi ini, diharapkan tidak terjadi penumpukan peserta di satu lokasi. Adapun total sasaran PIN Polio hampir 31.000 anak. Puskesmas juga telah menjadwalkan pelaksanaan bagi setiap sasaran, dengan batasan per hari sekitar 300 anak di setiap lokasi.
Dalam pelaksanaannya, petugas puskesmas bertugas di bagian skrining kesehatan dan vaksinator. Sedangkan di bagian pendaftaran dibantu oleh kader posyandu dan PKK wilayah.
Dengan sistem ini, dia melihat dari pelaksanaan selama tiga hari pertama tidak terjadi penumpukan.
“Masih bisa diurai. Kemarin di Mergangsan pesertanya mencapai 400 anak, menumpuk sampai pukul 14.00 WIB, tetapi masih bisa terlayani,” katanya.
Dalam PIN Polio ini, setiap sasaran mendapat dua kali dosis vaksin. Dosis pertama diberikan selama periode 23-29 Juli 2024, kemudian dosis kedua diberikan 6-12 Agustus 2024. Adapun jenis vaksin yang diberikan yakni tetes tipe 2 atau Novel Oral Poliomyelitis Vaccine (nOPV)2.
“Vaksin ini diberikan karena adanya KLB [kejadian luar biasa] polio. Pada 2014 Indonesia sudah bebas polio, tetapi dengan cakupan imunisasi polio yang menurun di beberapa daerah karena pandemi, maka beberapa penyakit yang sebelumnya bisa ditekan bermunculan lagi, salah satunya polio,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Pilot Malaysia berinisial MS diduga menerbangkan pesawat ke Indonesia dalam pengaruh narkoba dan menyelundupkan 70.144 butir ekstasi.
Lima film horor Indonesia mendominasi box office 2026. Danur: The Last Chapter memimpin dengan 3,6 juta penonton, disusul Ghost In The Cell dan Alas Roban.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Indonesia tercatat memiliki biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara mencapai Rp75,71 juta. Simak perbandingannya dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan
MoonPay meluncurkan PayBox yang memungkinkan ChatGPT dan Claude membantu transaksi kripto, belanja online, hingga pemesanan tiket dengan sistem keamanan berlapi