Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Ilustrasi Sekolah/Ist-Riauonline
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menyatakan tidak ada penggabungan sekolah (regrouping) SD negeri di wilayahnya pada tahun ajaran 2024/2025.
Hal ini didasarkan hasil monitoring dan peninjauan langsung di lapangan terhadap keberadaan belasan SD negeri yang selama ini kekurangan murid.
Kepala Bidang SD Disdikpora Bantul Edy Sutrisna mengungkapkan, awalnya merencanakan meregrouping belasan SD negeri di Kabupaten Bantul yang selama ini kekurangan murid. Disdikpora memprioritaskan regrouping bagi sekolah yang selama 3 tahun berurutan hanya mendapatkan kurang dari 10 murid. Harapannya dengan adanya regrouping mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di SD tersebut.
Selain itu, kata Edy, dengan regrouping proses belajar mengajar siswa lebih optimal. Apalagi operasional sekolah pun tidak akan bisa maksimal dengan jumlah siswa yang sedikit. Sebab, pemberian anggaran dan besaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan sedikit.
Hanya saja, lanjut Edy, seiring berjalannya waktu dan berdasarkan kajian, monitoring serta peninjauan langsung, Disdikpora Bantul memutuskan untuk tidak ada regrouping SD negeri di Bumi Projotamansari pada tahun ajaran 2024/2025.
"Sebenarnya yang mendesak itu seperti SDN 1 Jatimulyo, Dlingo. Karena hanya ada 4 murid. Tapi, jika dilakukan regrouping justru nanti masyarakat tidak bisa mengakses pendidikan. Karena lokasinya menjadi sangat jauh. Begitu juga dengan SD Mojosari, Srimulyo, Piyungan. Tetapi untuk itu, tahun ini kami tidak ada regrouping," kata Edy, Senin (29/7/2024).
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan saat ini ada 281 SD negeri, 86 SD swasta, 3 MIN, dan 42 MI swasta di Kabupaten Bantul. Pada PPBD SD 2024, disediakan daya tampung sebanyak 17.584 siswa untuk SD Negeri. Sementara jumlah lulusan siswa TK/RA maupun kelompok B di Bantul ada 13.590 siswa. Artinya ada kelebihan daya tampung sebanyak 3.994 siswa.
Sementara berdasarkan kajiannya, persoalan kekurangan siswa yang dihadapi oleh SD negeri di wilayahnya tidak hanya terjadi pada tahun 2024. Akan tetapi, telah terjadi beberapa tahun terkahir. "Untuk 2024 tidak akan melakukan regrouping SD negeri di wilayah kami," katanya.
BACA JUGA : Bukan September, Bus Sekolah di Bantul Dipastikan Mengaspal Mulai 17 Agustus 2024
Lebih lanjut, Edy mengungkapkan, Disdikpora Bantul sejatinya telah melakukan berbagai upaya agar SD negeri di wilayahnya tidak kekurangan siswa. Salah satunya adalah dengan meminta kepada pihak SD untuk mengubah suasana proses pembelajaran.
"Kami sudah meminta kepada masing-masing SD, bisa adopsi program di IT ke sekolah negeri, sehingga orang tua merasa yakin meski anaknya sekolah negeri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.