Kejari Wonosobo Usut Dugaan Korupsi PKH 2018-2026, 20 Saksi Diperiksa
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
Teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat di era saat ini. Bahkan bermunculan banyak tool untuk memudahkan berbagai aktivitas. /Istimewa.
Harianjogja.om, JOGJA—Teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat di era saat ini. Bahkan bermunculan banyak tool untuk memudahkan berbagai aktivitas. Meski demikian untuk aktivitas akademik penggunaan AI sebaiknya berhati-hati.
Guna memberikan edukasi terkait teknologi kepada masyarakat, Program Studi Informatika, Program Sarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII belum lama ini menggelar pameran bertajuk Informatics Expo Vol. 2 di Sleman City Hall. Sejumlah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah gim dan penggunaan teknologi AI.
BACA JUGA : Dirjen Imigrasi: Data Biometrik Pemegang Paspor RI Aman
Sekretaris Program Studi Informatika, Program Sarjana FTI UII homas Hatta Fudholi mengatakan berbagai tool AI memang sangat memudahkan untuk berbagai aktivitas. Akan tetapi ia menilai untuk aktivitas akademik harus berhati-hati. Ia memang mendorong mahasiswa untuk menggunakan AI akan tetapi harus diberikan batasan tertentu.
"Kami selalu mengingatkan justru jangan percaya, ada namanya AI biasa, si AI bisa saja datanya ngaco, karena hanya sekadar mesin. Pengetahuan belum tentu banyak, tepat sasaran, secara normatif baik-baik saja tetapi hal akademik, AI bisa cenderung bisa mengacaukan," ujarnya, Kamis (18/7/2024).
Oleh karena itu ia mengingatkan bahwa beragam tool AI yang saat ini tersedia sebaiknya dimanfaatkan sebagai penggali ide di aktivitas akademik. Karena data yang disampaikan masih harus dilakukan klarifikasi lagi melalui perbandingan dengan data lainnya agar benar-benar valid dan teruji.
"Maka ini menjadikan tantangan di dunia akademik, bagaimana agar tidak serta merta menjadi AI ini data yang dengan mudah diambil, tetapi hanya sebagai penggali ide saja," katanya.
Dosen Program Studi Informatika Hari Setiaji menambahkan pada stan AI Corner, pengunjung bisa mengetahui apa saja teknologi AI yang sedang populer saat ini. Bukan hanya itu, mereka bisa mencoba AI tersebut saat itu juga, seperti salah satunya berdiskusi dengan AI menggunakan audio.
"Sedangkan pada Game Centre, pengunjung bisa mendapatkan experience yang menyenangkan dengan mencoba berbagai game yang telah dikembangkan oleh mahasiswa Informatika UII. Terdapat 10 game yang ditampilkan dengan dibagi ke 3 sesi," katanya.
Pameran tersebut juga menjadi batu loncatan oleh mahasiswa-mahasiswa untuk meraih kesuksesan. Tiap tahunnya, akan ada beberapa karya yang dilirik oleh ahli. Salah satu karya yang dilirik oleh programmer di salah satu software company pada expo kali ini adalah ExaTrain dari mata kuliah Pengembangan Sistem Informasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyesalkan dugaan nakes menghina pasien BPJS. Ia menegaskan seluruh profesi harus mengedepankan empati kepada masyarakat.
Kejagung menjadwalkan pemeriksaan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan TPPU. Pemeriksaan dilakukan oleh Tim 9 pada Jumat.
DPRD DIY membentuk Pansus Perda Kesehatan Jiwa untuk memperkuat edukasi, mencegah pasung dan bunuh diri, serta meningkatkan layanan.
Janice Tjen tersingkir di babak pertama ganda WTA 1000 Toronto usai kalah dari Storm Hunter/Desirae Krawczyk dengan skor 4-6, 0-6.
Kronologi temuan 995 senjata di yayasan sekolah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, kini diselidiki polisi bersama laporan dari pihak yayasan.