Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi atlet Kulonprogo./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo mengakui pemenuhan kesejahteraan atlet di wilayahnya masih minim, lebih-lebih jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di DIY. Tantangan pemenuhan kesejahteraan atlet itu karena anggaran yang terbatas.
Kepala Disdikpora Kulonprogo Nur Wahyudi menjelaskan upaya peningkatan kesejahteraan atlet terus diupayakan pihaknya. Terutama memberikan uang pembinaan terhadap atlet yang meraih prestasi.
Pemberian uang pembinaan itu rutin dilakukan setiap ajang kompetisi yang diikuti para atlet. "Tapi jumlahnya memang tidak besar jika dibanding pemberian yang sama dari kabupaten/kota lain," katanya, Selasa (30/7/2024).
Selain uang pembinaan terhadap atlet berprestasi, jelas Wahyudi, Disdikpora juga memberikan uang pembinaan pada cabang olahraga tertentu.
"Selain uang pembinaan pada atlet berprestasi, kami juga berikan uang pembinaan untuk meningkatkan program cabang olahraga yang juga sudah berprestasi," terangnya.
BACA JUGA: Pembangunan Tol Jogja-Solo di Sleman Terganjal Molornya Pembebasan Lahan
Upaya meningkatkan kesejahteraan juga dibarengi dengan peningkatan fasilitasi agar keterampilan para atlet dapat meningkat. Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kulonprogo, Akhid Nur Hartono menyebut Bumi Binangun punya potensi besar melahirkan atlet berprestasi dari berbagai vabang oalhraga.
Prestasi itu dibuktikan dengan meraihnya juara kontingen Kulonprogo dalam kompetisi olahraga tradisional hingga prestasi atlet difabel yang mewakili Indonesia ke Paralympic di Paris 2024 ini. "Pada atlet reguler juga banyak prestasinya, seperti atlet voli," katanya.
Potensi lahirnya atlet Bumi Binangun dalam berprestasi itu, jelas Akhid, terus diakomodasi dengan membangun fasilitas pelatihan yang mumpuni. "Tapi memang secara anggaran terbatas, tapi itu tidak jadi hambatan karena terus diupayakan peningkatannya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.