Pria Berinisial S Rusak Palang Pintu KA dan Tantang Petugas di Sleman
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
Lokakarya atau Workshop Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kapanewon Sleman pada Sabtu (3/8/2024) di Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. – Ist/Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Lokakarya atau Workshop Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kapanewon Sleman kembali digelar tahun ini. Adanya lokakarya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga pendidik anak usia dini di Sleman.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menilai kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi PP PAUD Sleman untuk membangun sektor pendidikan anak usia dini.
Diikuti 70 peserta yang berasal dari Satuan PAUD Sejenis (SPS) dari seluruh Kalurahan di Kapanewon Sleman, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di satuan pendidikan anak usia dini
"Saya berharap workshop ini jadi saran tenaga pendidik meningkatkan kapasitasnya sebagai pendamping dan pendidik anak-anak kita. Terlebih saat ini anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik namun juga memiliki akhlak moral yang baik pula," kata Kustini, di Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Sabtu (3/8/2024).
Kustini juga mengimbau seluruh peserta lokakarya dapar mengembangkan enam aspek kemampuan holistik dalam proses belajar mengajar.
Enam aspek tersebut mencakup aspek nilai agama dan moral, fisik, motorik, kognitif bahasa sosial-emosional dan seni.
"Saya mendukung penerapan kurikulum merdeka belajar dalam PAUD ini. Anak didik dapat mempelajari dan mendalami minat dan bakatnya secara mendalam," katanya.
Para guru diharapkan Kustini dapat beradaptasi dengan implementasi kurikulum saat ini. Lebih lanjut dia mendorong setiap tenaga pendidik PAUD mengenali potensi masing-masing anak serta mendorong anak didik mengembangkan minat bakatnya.
Bagi Kustini, tenaga pendidik dan guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, namun pribadi guru sendiri merupakan bahan ajar bagi anak didiknya. Oleh karenanya, guru kata Kustini harus menjadi tauladan dalam mengedepankan sifat arif dan bijaksana bagi setiap anak didiknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.