Liburan ke Pantai Bantul Makin Murah, Retribusi Dipangkas Jadi Rp5.000
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - UPTD Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) DIY mencatat ratusan hektare lahan perhatian di wilayah setempat terdampak kemarau berkepanjangan yang dirasakan sejak akhir Mei lalu sampai awal Agustus ini.
Kepala UPTD BPTP DIY Suharto Budiyono menjelaskan, ratusan hektare lahan pertanian yang mengalami kekeringan itu paling banyak tersebar di Kabupaten Gunungkidul lantaran usaha pertanian di wilayah itu merupakan tadah hujan, sehingga rentan kekeringan.
"Daerah lain juga ada seperti di Bantul dan Kulonprogo tapi sifatnya masih ringan," ujarnya, Selasa (6/8/2024).
Menurut Suharto, UPTD BPTP DIY memiliki petugas di setiap kecamatan atau kapanewon yang bertugas melaporkan kondisi lapangan lahan pertanian. Berdasarkan laporan petugas ada 367 hektare lahan padi, 135 hektare lahan jagung dan sejumlah lainnya tanaman kacang tanah yang terdampak kekeringan.
"Itu data pertengahan Juli 2024 lalu," ungkapnya.
Adapun lahan pertanian yang terdampak kekeringan itu di antaranya di Gedangsari, Semin, Ngawen, Ponjong, Nglipar, Patuk, Semanu dan Karangmojo untuk Gunungkidul. Sementara Bantul di Dlingo dan Kulonprogo masih kekeringan ringan.
"Sleman, Bantul dan Kulonprogo masih ada embung yang membantu mengairi lahan pertanian sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan," katanya.
BACA JUGA: 242 Hektare Lahan Pertanian di Semin Gagal Panen, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp1,6 Miliar
Suharto menerangkan, tanaman padi yang terdampak kekeringan itu merupakan komoditas yang ditanam pada musim tanam ketiga pada awal Mei lalu. Petani berspekukasi dengan kondisi cuaca saat itu yang masih terjadi hujan, tapi di akhir Mei hujan tak kunjung mengguyur DIY.
"Pas menanam masih ada hujan, kemudian pada fase vegetatif sudah tidak ada hujan yang turun. Jangankan untuk lahan pertanian, kebutuhan masyarakat saja kurang untuk air bersih," ujarnya.
Dia menambahkan, rencana modifikasi cuaca yang akan dilakukan BPBD DIY mungkin bisa menanggulangi sementara dampak kekeringan lahan itu. Hanya saja tentu tidak terlalu signifikan. Sumur bor dan keberadaan embung disebutnya malah solusi yang paling tepat untuk lahan terdampak kekeringan.
"Namun itu pun juga harus melihat keadaan cekungan di sana. Kalau embung yang ada mata air kan lebih enak dibandingkan embung yang cuma mengandalkan curah hujan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.