Pengguna BPJS PBI di Jogja: Bikin Tenang, Tak Perlu Pikir Biaya
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Generasi Emas, Parenting untuk Masa Depan Indonesia di Pedukuhan Pogung Lor, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Rabu (7/8/2024). - David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar program bedah buku di Pedukuhan Pogung Lor, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman, Rabu (7/8/2024). Adapun buku yang dibahas berjudul Generasi Emas, Parenting untuk Masa Depan Indonesia.
Wakil Ketua DPRD DIY, Anton Prabu Semendawai, mengatakan era digital membuat dunia seperti tanpa sekat. Pasalnya, dengan perkembangan teknologi dan informasi membuat askes ke berberbagai negara bisa dilihat melalui gawai.
Hal ini bisa memberikan dampak yang positif. Namun, di sisi lain juga bisa berdampak negatif sehingga era digital harus benar-benar dipahami untuk mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan.
Anton berpendapat pola asuh terhadap anak menjadi kunci untuk mewujudkan generasi emas. Oleh karena itu, orang tua harus menyadari berbagai tantangan dalam pengasuhan di era yang serba modern ini. “Dunia digital sudah tidak ada sekat. Jadi, pola asuh harus diperhatikan. Maka, buku yang dibedah kali ini bisa menjadi panduan,” katanya saat menjadi pembicara dalam bedah buku di Pedukuhan Pogung Lor, Sinduadi, Rabu.
Menurut Anton, dalam pola asuh, orang tua harus memberikan contoh yang baik dan bukan lagi sekadar memerintah. Salah satunya dengan membaca buku di depan anak agar bisa ditiru karena perkembangan anak banyak yang meniru perilaku orang tua maupun lingkungan tempat tinggal. “Kalau hanya disuruh, tidak mungkin mau. Tapi, kalau orang tua mempraktikkan, maka anak bisa mengikutinya,” katanya.
BACA JUGA: Pemadam Kebakaran Jogja Targetkan Respons Kasus Kasus Hanya 10 Menit
Dia menambahkan, program bedah buku yang digelar bertujuan untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Selain itu, juga sebagai upaya mempertahankan DIY sebagai provinsi dengan tingkat membaca tertinggi di Indonesia. “Membaca buku banyak manfaatnya karena menjadi jendela ilmu di dunia. Kebiasaan yang baik ini akan terus digalakkan sehingga predikat sebagai provinsi dengan tingkat membaca tertinggi bisa terus dipertahankan,” katanya.
Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo, mengatakan program bedah buku terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY. Tahun ini ada lebih dari 200 kegiatan bedah buku yang dijalankan dan pelaksanaannya tersebar merata di kabupaten/kota di DIY. “Kali ini diselenggarakan di Pedukuhan Pogung Lor, Kalurahan Sinduadi, dengan buku berjudul Generasi Emas, Parenting untuk Masa Depan Indonesia,” katanya.
Menurut Rakhmat, tujuan utama bedah buku sebagai sarana meningkatkan literasi dan pengetahuan di masyarakat, khususnya peserta yang ikut dalam program ini. “Yang jelas temanya berganti-ganti. Kami juga membuka kesempatan kepada warga untuk berkunjung ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY karena banyak fasilitas dan koleksi yang bisa menambah pengetahuan yang bisa dimanfaatkan,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.