Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Suasana diskusi di Kantor PCNU Kulonprogo terkait pendidikan politik bagi kelompok perempuan. Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO--PC Fatayat NU Kulonprogo bersama Yayasan LKiS menggelar diskusi bertajuk Kesadaran Warga dalam Memilih Pemimpin yang Ideal guna meningkatkan pendidikan politik bagi kelompok perempuan di Bumi Binangun. Diskusi itu diselenagrakan di Kantor PCNU Kulonprogo yang diikuti berbagai kelompok perwakilan komunitas warga.
Ketua PC Fatayat NU Kulonprogo, Siti Suwarsih menjelaskan pentingnya peran perempuan dalam proses demokrasi. "Peran ini mesti dimaksimalkan terkhusus dalam mengawal Pilkada yang sebentar lagi diselenggarakan," jelasnya.
Siti menyebut inisitaf perempuan dalam mengawal Pilkada diperlukan agar memperkuat demokrasi lokal dengan memastikan bahwa pemimpin yang terpilih benar-benar mewakili aspirasi rakyat. “Calon yang dipilih harus lahir dari realitas dan kebutuhan masyarakat, oleh karena itu perlu adanya pengawalan agar sejalan dengan aspirasi warga,” paparnya.
BACA JUGA: Disnakertrans Kulonprogo Gelar Job Fair 2024, Tersedia Ribuan Lowongan Kerja
Salah satu narasumber diskusi ini adalah komisioner KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah yang menjelaskan pentingnya upaya mencegah politik uang dalam Pilkada 2024. “Kampanye harus berubah dari praktik dagang sapi menjadi kampanye gagasan. Harapannya warga bisa memilih berdasarkan program yang ditawarkan calon,” tuturnya.
Kampanye yang bersih dan berfokus pada gagasan diharapkan dapat, jelas Hidayatut, menciptakan kompetisi yang sehat dan adil. Dalam diskusi ini Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kulonprogo ini juga banyak menerangkan prasyarat pencalonan dalam Pilkada, antara lain tidak diperkenankan terlibat dalam tindak pidana selama 5 tahun, kejahatan seksual, hingga narkoba.
Narasumber lain diskusi ini yaitu pegiat Koalisi Lintas Isu, Vitrin Haryanti yang menekankan golput bukan solusi atas masalah yang ada di Kulonprogo. "Golput bukanlah solusi karena setiap suara menentukan masa depan kita. Peran perempuan sangat penting," terangnya.
Peran perempuan dalam demokrasi, jelas Vitrin, juga tak terbatas pada Pilkada. "Peran perempuan sangat penting, baik saat Pilkada maupun pasca Pilkada, dalam mengontrol dan mengawasi jalannya pemerintahan serta menyuarakan aspirasi warga,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.
DPRD Kota Jogja siapkan Raperda Kota Layak Anak dengan melibatkan polisi untuk menangani kenakalan remaja dan kriminalitas anak.
WNA Brunei tewas di Blok M ternyata sempat menginap bersama pelaku di Jakarta Selatan sebelum penganiayaan maut terjadi.