Dispar Sleman Andalkan Fun Run 6K untuk Genjot Sport Tourism
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—Sekolah Rakyat Menengah Atas (SR MA) 20 memastikan PWA (18), pelajar yang ditangkap Polresta Sleman dalam kasus mengacungkan senjata tajam jenis celurit di Jalan Prambanan, masih berstatus sebagai siswa. Pihak sekolah juga membantah informasi yang menyebut PWA kabur atau putus sekolah karena peristiwa tersebut terjadi saat masa libur sekolah.
Sekolah mengaku baru mengetahui penahanan PWA setelah menerima pemberitahuan dari pihak keluarga. Sejak saat itu, pendampingan terhadap siswa langsung dilakukan bersama instansi terkait.
Kepala SR MA 20, Reti Sudarsih, mengatakan sekolah bersama Kelompok Kerja Layanan Sosial Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jogja segera mengambil langkah pendampingan setelah mendapat informasi dari keluarga PWA.
Selain memberikan pendampingan, pihak sekolah juga mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat dan mendatangi Polresta Sleman untuk menemui siswa yang bersangkutan.
"Sejak diberitahu keluarga bahwa anak ditahan, sekolah bersama pokja layanan sosial BBPPKS Yogyakarta langsung melakukan pendampingan. Kami juga bersurat ke Pusdiklat untuk meminta pendampingan. Bahkan keesokan harinya sekolah mendatangi Polres untuk menemui anak," kata Reti kepada Harianjogja.com, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Reti, hingga kini sekolah belum mengetahui kapan PWA dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Keputusan tersebut masih menunggu hasil pendampingan dari pemerintah pusat.
Pembinaan Karakter Libatkan TNI, Polri, dan BNN
Reti menjelaskan seluruh siswa Sekolah Rakyat sejak awal telah mengikuti pembinaan karakter, termasuk penyuluhan mengenai bahaya kenakalan remaja.
Program tersebut melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Polda DIY, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta BBPPKS Jogja.
Sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, pemerintah pusat juga menjalankan program Bhakti Taruna di seluruh Sekolah Rakyat. Di SR MA 20 Sleman, sebanyak lima Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) bersama seorang pengasuh dijadwalkan tinggal di asrama untuk mendampingi seluruh siswa pada 2–7 Agustus 2026.
Polisi Sebut Aksi Dilakukan untuk Konten Media Sosial
Sebelumnya, Polresta Sleman menangkap PWA bersama seorang remaja lain setelah video keduanya viral di media sosial karena mengacungkan celurit di Jalan Prambanan–Piyungan Km 3, wilayah Bokoharjo, Prambanan.
Polisi menyebut aksi yang terjadi pada 7 Juli 2026 sekitar pukul 02.30 WIB itu bukan dilakukan untuk tawuran. Keduanya disebut sengaja membuat konten media sosial demi memperoleh pengakuan.
Dalam penanganan perkara tersebut, PWA ditahan di Rumah Tahanan Polresta Sleman, sedangkan rekannya yang masih berusia 17 tahun ditempatkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY.
Polisi juga menyita dua bilah celurit beserta kendaraan yang digunakan para pelaku. Atas perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 307 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
INDEF menilai keberhasilan pajak marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop bergantung pada integrasi data serta pengawasan pemerintah.
Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk mengevakuasi penumpang KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep.
Ketahui empat penyebab akun WhatsApp tiba-tiba logout atau terblokir serta cara mengamankannya agar terhindar dari pembajakan.
Nilai sponsor Piala Presiden 2026 mencapai Rp70 miliar. Hadiah juara akan naik, sementara transaksi UMKM menembus Rp1,3 miliar.
KM Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Madura saat menuju Makassar. Basarnas mengevakuasi sekitar 250 penumpang, penyebab masih diselidiki.