Hujan Diprediksi Mundur ke Desember, Pertanian Sleman Diminta Waspada
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Puluhan perahu jongkong bersandar di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, belum lama ini./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY menyampaikan bahwa Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Gesing baru beroperasi untuk kapal bertonase 20 Gross Ton (GT).
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY, Catur Nur Amin mengatakan kapal bertonase di atas 20 GT masih perlu bersabar untuk dapat menggunakan PPI Gesing. Pasalnya, material pecahan karang dapat merobek lambung kapal.
Material hasil peledakan ternyata mengendap di palung sekitar Pelabuhan. Material ini mendangkalkan Pelabuhan.
“Ternyata gelombang laut masih masuk ke pelabuhan dan membawa material hasil peledakan dulu,” kata Catur dihubungi, Minggu, (11/8).
Catur menambahkan membangun PPI Gesing tidak sama seperti membangun rumah. Pembangunan Pelabuhan dilakukan secara bertahap. Ada penyempurnaan seiring berjalannya waktu.
Atas situasi ini, DKP DIY akan melakukan kajian reduksi gelombang. Penganggaran akan dilakukan menggunakan dana keistimewaan. Rencana kajian dilakukan selama lima bulan ke depan, hingga akhir 2024.
BACA JUGA: Terjadi Pendangkalan, Peresmian Pelabuhan Pendaratan Ikan Gesing Gunungkidul Mundur
Selain itu, DKP DIY juga akan memperkokoh tebing-tebing Pelabuhan menggunakan shotcrete lewat dana alokasi khusus (DAK) 2025.
Operasional PPI Gesing ini akan didukung dengan pemanfaatan dan pengembangan infrastruktur fisik lain seperti tempat pelelangan ikan (TPI).
Kepala DKP Gunungkidul, M. Johan Wijayanto mengaku jawatannya telah bersurat ke DKP DIY ihwal pemanfaatan TPI Gesing. “Diizinkan,” kata Johan.
Johan menambahkan DKP Gunungkidul dan DIY juga telah melakukan verifikasi lapangan untuk persiapan pemanfaatan TPI tersebut. Dengan keberadaan dan aktifnya TPI Gesing, dia berharap nelayan juga dapat menyokong melalui pemanfaatan PPI Gesing sebaik mungkin.
“Dengan begitu kan manfaatnya dapat dirasakan nelayan dan iklim perekonomian dapat terbentuk lebih baik lagi, sehingga kesejahteraan masyarakat diharapkan bisa lebih meningkat,” katanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi juga telah mengatakan DKP Gunungkidul ikut mengembangkan PPI Gesing dengan berbagai program kegiatan seperti kaderisasi nelayan. Program itu telah digelar beberapa kali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.