Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Kawasan Kumuh - Ilustrasi/JIBI/Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul mencatat masih ada ratusan hektar lahan kawasan kumuh di Bantul. DPUPKP Bantul lakukan penanganan secara bertahap.
DPUPKP Bantul mencatat luas lahan kawasan kumuh tahun 2020 mencapai 330,26 hektar. Kemudian tahun 2021, masih ada 207,96 hektar kawasan kumuh di Bantul. Kemudian tahun 2022, kawasan kumuh masih ada 182,54 hektar. Lalu tahun 2023, masih ada 156,15 hektar.
BACA JUGA : Kawasan Kumuh Terban, Prenggan dan Pringgokusuman Ditata Tahun Ini
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, DPUPKP Bantul, Erwin Prasmanta menyampaikan pihaknya melakukan penanganan kawasan kumuh secara bertahap.
Lokasi kawasan kumuh di Bantul tersebar pada 17 kapanewon di Bantul. Meski begitu, kawasan kumuh sebagian besar terletak di sekitar bantaran Sungai Gajah Wong, Sungai Bedog dan Sungai Code dan perbatasan Bantul dengan Kota Jogja. Menurutnya penduduk yang tinggal di kawasan kumuh sebagian besar merupakan warga miskin.
"Kawasan kumuh di daerah urban karena kepadatan penduduk. Biasanya kemiskinan akan membentuk kawasan kumuh," ujarnya, Selasa (13/8/2024).
Ia menambahkan penanganan kawasan kumuh dilakukan bersamaan, dari Pemkab Bantul dan Pemda DIY. Tahun ini, DPUPKP Bantul akan menangani kawasan kumuh di Kalurahan Banguntapan, Bantul.
Tahun ini alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk penanganan kawasan kumuh mencapai Rp6,5 miliar, sementara dari APBD Bantul mencapai Rp1,8 miliar.
Alokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk menangani bangunan, jalan, penyediaan air minum, drainase, pengelolaan air limbah, persampahan dan proteksi kebakaran di kawasan kumuh tersebut.
BACA JUGA : Kawasan Kumuh di Gunungkidul Mencapai 152,64 Hektare
Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa menyampaikan kawasan kumuh di wilayahnya terletak di Pedak Baru. Disana menurutnya ada sekitar 20 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Kondisi jalan disana juga dalam kondisi tidak mantap, sehingga dia berharap penanganan kawasan kumuh yang menyasar wilayah itu tahun ini akan meningkatkan infrastruktur kawasan tersebut pula.
"Rencana Pemkab Bantul akan menjadi kawasan kumuh itu menjadi ruang terbuka hijau [RTH] yang menopang pariwisata di Bantul," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan