Permintaan Besek Kurban di Bantul Melonjak, Perajin Kewalahan
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Foti ilustrasi seismograf gempa bumi - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) DIY mengklaim senantiasa siaga untuk menghadapi ancaman potensi gempa megathrust yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai peringatan dini.
Dalam peringatan dini itu BMKG menyebutkan soal kekhawatiran terkait seismic gap di Selat Sunda dan Mentawai-Siberut dengan gempa hingga magnitude 8 lebih.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, peringatan dini soal ancaman gempa megathrust yang dikeluarkan oleh BMKG itu berada di Selat Sunda.
Hanya saja Noviar mengakui bahwa jika gempa itu terjadi dampaknya bisa dirasakan di Pula Jawa secara keseluruhan. Maka penguatan kapasitas mitigasi bencana terhadap masyarakat dan elemen lainnya disebut terus digencarkan.
BACA JUGA: Ternyata Ini Penyebab Suhu Udara Dingin di Jawa Sisi Selatan Termasuk DIY
"Karena yang namanya gempa atau megathrus itu kan bencana yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, sehingga yang bisa dilakukan adalah melakukan kesiapsiagaan masyarakat supaya meminimalkan terjadinya korban," ujarnya, Selasa (13/8/2024).
Menurut Noviar, selama ini BPBD DIY bekerja sama dengan berbagai pihak sudah melakukan penguatan mitigasi bencana termasuk menghadapi ancaman gempa bumi khususnya kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
Mereka dilatih untuk memitigasi, pemasangan tanda evakuasi ketika ada gempa atau tsunami serta membekali para kelompok rentan seperti lansia, difabel, dan wanita ibu hamil menyusui.
"Kami juga sudah membangun kalurahan tangguh bencana, ini mereka disiapkan ketika terjadi bencana maka semua satgas melalui forum FRB di tingkat kalurahan sudah langsung bisa bergerak," ungkapnya.
Di sisi lain, setiap 27 April masyarakat di kawasan pesisir juga rutin melaksanakan simulasi bencana agar persiapan ketika gempa atau tsunami terjadi masyarakat sudah semakin matang.
Hanya saja Noviar mengakui bahwasanya belum ada bangunan yang tahan gempa di wilayah setempat untuk mengantisipasi bencana itu. Satu-satunya bangunan tahan gempa hanya dimiliki Kantor BPBD DIY.
"Karena biayanya juga mahal, tapi yang kami gencarkan terus adalah penguatan masyarakat, penguatan aparatur, penguatan stakeholder ketika terjadi gempa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.