Veda Ega Pratama Jatuh di Q2, Start Ke-18 di Motegi
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Nur Subiyantoro./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—DPD Gerindra DIY angkat bicara terkait dengan lamanya pengerucutan koalisi partai dan bakal pasangan calon (paslon) di Pilkada Bantul. Dari empat kabupaten dan satu kota di DIY, hanya Bantul yang pengerucutan koalisi partai dan bakal paslon masih belum menunjukkan titik pastinya.
"Jadi di DIY ini tinggal Bantul yang masih cair dan dinamis. Enggak tahu, kapan ada pengerucutan itu terjadi," kata Sekretaris DPD Gerindra DIY, Nur Subiyantoro, Selasa (13/8/2024).
Alhasil, saat ini DPD Partai Gerindra DIY, kata Nur, pihaknya belum mengajukan surat rekomendasi pasangan ke DPP Partai Gerindra untuk paslon yang maju pada Pilkada Bantul.
"Jadi untuk kabupaten dan kota selain Bantul di DIY ini kita sudah proses mengajukan paslon [rekomendasi ke DPP]. Ya, sudah ada koalisinya. Untuk yang di Bantul ini masih cair dan dinamis," kata Nur.
Terkait dengan hal yang menjadi penghambat pengerucutan koalisi dan paslon di Bantul, Nur mengaku tidak lepas dari pergerakan bupati dan wakil bupati petahana.
Baik bupati Bantul petahana, Abdul Halim Muslih maupun wakil bupati Bantul petahana, Joko Purnomo, sejuh ini masih terus melakukan pergerakan politik untuk menentukan koalisi maupun paslon yang akan mendampingi mereka.
"Ya, karena di Bantul ada incumbent. Dimana kedua incumbent melakukan pergerakan, sehingga ini yang membuat cair terus. Nah ini yang membuat saya heran juga," papar Nur.
Meski demikian, Nur mengaku optimistis dengan tenggat waktu pendaftaran yang kian dekat, persoalan koalisi dan paslon akan segera terpecahkan. Sebab, diakuinya saat ini baik partai maupun bakal paslon masih saling mengintip.
"Masing-masing calon tidak segera mengambil keputusan," papar Nur.
Terkait dengan koalisi PKB dengan Gerindra yang akan mengusung pasangan Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta, Nur mengaku tidak ada kendala terkait dengan adanya MoU dan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat yang menyatakan Abdul Halim Muslih berpasangan dengan Ketua DPC Demokrat Bantul, Rony Wijaya Indra Gunawan.
"Sebab, hal itu belum final. Karena baru satu pihak yang keluar rekomendasi. Dan, dulu pernah kejadian, sudah keluar rekomendasi ternyata ganti pasangan," kata Nur.
BACA JUGA: Pembentukan Poros Ketiga di Pilkada Bantul, Rony: Tunggu DPP
Sementara Ketua DPC Demokrat Bantul, Rony Wijaya Indra Gunawan mengaku telah bertemu dengan tim 9 PKB. Meskipun, pada Kamis (8/8/2024) lalu telah mengantongi surat rekomendasi berpasangan dengan Abdul Halim Muslih.
Untuk itu, Rony mengaku saat ini dirinya tinggal menunggu dari PKB Bantul. Sebab, ada mekanisme internal PKB, berupa pelibatan tim 9 untuk keputusan pasangan yang akan mendampingi Abdul Halim Muslih pada Pilkada Bantul. "Ya, tinggal nunggu dari PKB, hasilnya nanti seperti apa," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama jatuh di Q2 Moto3 Jepang dan harus start ke-18. David Almansa merebut pole position di Sirkuit Motegi.
Pemkab Pekalongan meminta mitra MBG patuh SOP, menjaga keamanan pangan, dan memperbesar penyerapan produk lokal dari petani hingga nelayan.
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026. Investasi asing dan produksi pabrik menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.