Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Narkoba - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM), Daldiri mengaku prihatin adanya oknum driver di Kawasan Lereng Merapi yang menggunakan pil sapi saat bekerja. Hal ini dirasa sangat membahayakan dan bisa berpengaruh terhadap citra pariwisata di seputaran Gunung Merapi.
“Saya sudah dapat informasi ini. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi pelaku wisata yang menggunakan obat-obatan maupun minum-minuman keras saat bekerja,” kata Daldiri saat dihubungi, Rabu (14/8/2024).
Tindaklanjut dari temuan kasus dari Polresta Sleman, ia sudah berkoordinasi dengan masing-masing komunitas untuk menonaktifkan sopir yang kedapatan memakai obat atau terpengaruh minuman beralkohol. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi karena Kawasan wisata lereng Merapi masuk destinasi minat khusus sehingga aspek keselamatan menjadi hal yang utama.
Selain itu, agar tidak kecolongan, sejak adanya koordinasi untuk menyambut libur Lebaran juga sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan. Koordinasi tidak hanya sebatas untuk pengecekan kesiapan armada kendaraan, tapi juga menyasar ke Sumber Daya Manusia.
“Intinya siap dilakukan pengecekan urine dan lain sebagainya untuk memastikan tidak ada yang memakai narkoba atau barang haram lainnya. Ini untuk memastikan tidak ada insisden terkait dengan usaha wisata di Kawasan Merapi,” katanya.
BACA JUGA: 3 Pengelola Wisata Jip Ditangkap karena Narkoba, Dinas Pariwisata Sleman Bilang Begini
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, pihaknya segera memanggil komunitas jip wisata di Sleman. Hal ini sebagai upaya agar kejadian tetangkapnya oknum driver menggunakan pil sapi tidak terulang kembali.
“Keselamatan dan kenyamanan dalam wisata sangat penting. Jadi, kami tidak bosan-bosannya mengingatkan pelaku wisata untuk benar-benar bisa memperhatikan aspek ini karena dapat berpengaruh terhadap citra kepariwisataan,” katanya.
Guna mencegah kejadian sama terulang kembali, Ishadi mengaku sudah menyiapkan koordinasi lintas sektor untuk pengawasan secara berkala. “Kami akan koordinasi dengan BNNK, Polresta, Dinas Perhubungan hingga Dinas Kesehatan didalam pengawasan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Jajaran Satreskoba Polresta Sleman berhasil mengungkap kasus peredaran pil sapi di Kawasan wisata di Kabupaten Sleman. Tiga tersangka ini berinisial KAN,22 dan duet ayah anak yang terlibat adalah SRY,44, dan MWP,24.
Ketiganya merupakan warga dari Kalurahan Donokerto, Turi. Kasatreskoba Polresta Sleman, AKP Alfredo Hidayat mengatakan, penyalahgunaan pil sapi jenis trihexphenidyl bermula dari laporan Masyarakat yang resah terkait dengan jual beli obat-obatan ini. Berdasarkan laporan tersebut, jajarannya langsung menyelidiki hingga menangkap salah satu tersangka berinisial KAN dengan barang bukti 7,5 butir pada 7 Agustus 2024.
Tak berhenti disitu, lanjut dia, upaya pengembangan dilakukan hingga mengamankan teman tersangka KAN, berinial MWP. Dari tangan MWP, polisi berhasil mengamankan barang bukti pil sapi sebanyak 70 butir dan uang hasil penjualan sebesasr Rp35.000.
“Pengembangan terus kami lakukan hingga akhirnya menangkap ayah MWP, berinisal SRY dengan barang bukti sebanyak tujuh butir dan satu unit gawai. Ayah dan anak ini merupakan driver jip wisata di Sleman,” kata Alfredo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest