Revolusi Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan

Media Digital
Media Digital Rabu, 14 Agustus 2024 22:37 WIB
Revolusi Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo./Istimewa

SLEMAN—Perubahan iklim yang terjadi saat ini menjadi tantangan global yang dapat berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pertanian, kesehatan, dan ekonomi. Menanggapi isu tersebut, Pemerintah Pusat bersama pemerintah daerah melakukan berbagai upaya untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan upaya bersama dalam mengatasi dampak perubahan iklim direalisasikan dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“ProKlim ini menjadi salah satu program skala nasional dengan pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan yang juga diimplementasikan di Kabupaten Sleman,” kata Bupati, Rabu (14/8/2024).

Dia mengatakan komitmen Sleman dalam mendukung implementasi ProKlim ini direalisasikan melalui berbagai kegiatan di 17 kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman, dengan menerapkan pengelolaan sampah, penghijauan dan reboisasi, serta pemberian edukasi, dan sosialisasi tentang iklim kepada masyarakat.

Pada pelaksanaannya, lanjut Kustini, ProKlim di Kabupaten Sleman dapat diterapkan secara baik di beberapa padukuhan. Bahkan, atas penerapan ProKlim ini, sebanyak empat padukuhan di wilayah Sleman telah mengikuti verifikasi lapangan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai pengampu program ini dan masuk ke dalam Sistem Registri Nasional (SRN).

Keempat padukuhan ini meliputi Padukuhan Kalirase, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman; Padukuhan Ngalian, Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak; Padukuhan Santren, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok; dan keempat Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi.

“Kabar baiknya, dari verifikasi lapangan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Turi, berhasil meraih penghargaan ProKlim Utama yang diserahkan langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar beberapa waktu lalu di Jakarta Convention Center,” katanya.

Pada prinsipnya, ProKlim ini tidak bisa diimplementasikan secara maksimal tanpa kerja sama antara pemerintah dan kelompok masyarakat. “Maka dari itu saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung upaya pemerintah dalam mengintegrasikan tindakan penanggulangan perubahan iklim ke dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, saya juga berharap agar ProKlim ini menjadi stimulan untuk inovasi-inovasi lainnya yang dilakukan bersama pemerintah dan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan lingkungan di Sleman,” katanya.

Seiring dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, implementasi ProKlim ini dapat dimaknai sebagai kontribusi semua pihak dalam memberikan jaminan pemenuhan atas salah satu hak asasi dari individu yang hidup di negara merdeka, yaitu hak atas lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang baik sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kita dalam mengisi kemerdekaan republik yang kita cintai bersama ini. Jaga kelestarian lingkungan untuk generasi penerus bangsa. Dirgahayu Republik Indonesia,” kata Kustini. (BC)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online