Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Pelaksanaan kegiatan Diseminasi Konten Positif Karang Taruna dengan tema Nusantara Baru, Indonesia Maju di Balai Kalurahan Sinduadi, Mlati, Kamis (15/8/2024). – Harian Jogja/David Kurniawan
SLEMAN—Anggota DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang positif.
Hal ini disampaikan saat menjadi pembiacara dalam Diseminasi Konten Positif Karang Taruna dengan tema Nusantara Baru, Indonesia Maju di Balai Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, Kamis (15/8/2024).
Menurut dia, di era globalisasi banyak tantangan yang dihadapi. Di sisi lain kondisi dunia juga tidak baik-baik saja karena ada sejumlah peperangan hingga krisis ekonomi.
“Tentunya ini akan berpengaruh ke Indonesia. Tapi, itu jadi tantangan dan kita tidak boleh lemah sehingga harus kuat dan jadi generasi muda tidak mudah dipecah,” katanya.
Yuni mengungkapkan, untuk bisa menjadi bangsa yang kuat maka semangat pantang menyerah dan terus belajar harus dikobarkan.
Ia berpendapat dengan terus belajar, maka pengetahuan yang dimiliki juga semakin luas sehingga sangat mendukung untuk terciptanya generasi muda unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, keterampilan yang dimiliki juga terus diasah sehingga tidak mudah menyerah. Semangat seperti inilah menjadi kunci untuk mengisi kemerdekaan dan menyongsong masa depan yang lebih baik.
“Mari berjuang untuk Indonesia yang lebih baik lagi, lebih solid, kompak Bersatu padu serta tidak mudah terpecah,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat.
Menurut dia, program diseminasi konten positif yang digelar di Kalurahan Sinduadi berkaitan dengan peringatan Kemerdekaan RI. Adapun tema yang diambil tentang Nusantara Baru, Indonesia Maju.
“Peringatan kemerdekaan setiap tahun dilaksanakan, harapannya tidak begitu-begitu saja,” kata Riris.
Menurut dia, melalui peringatan bisa diambil hikmah bagaimana perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan. Upaya-upaya yang dilakukan untuk mempertahankan atau memastikan kemerdekaan yang diraih dapati diakui oleh negara-negara di dunia.
“Masyarakat juga bisa ikut berperan dengan partisipasi dan sumbangsih sesuai dengan peran dan keahlian yang dimiliki,” katanya.
Riris menambahkan, di era transformasi digital banjir akan informasi karena dengan mudah bisa didapatkan. Kondisi ini tetap harus diwaspadai karena bisa memicu terjadinya perpecahan di masyarakat.
Oleh karenanya, ia meminta agar peserta diseminasi lebih bijak menggunakan teknologi. Salah satunya tidak terburu-buru untuk menyebarkan konten-konten di media sosial.
“Boleh menyebarkan berita, tapi dikaji dan diteliti dulu baru diunggah sehingga tidak menyebarkan berita yang tidak benar sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.