Kasus Guru Dibacok, Disdik Sebut Tak Ada Keterangan Siswa sebagai ABK
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyiapkan anggaran sekitar Rp600 juta untuk program pelatihan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang tahun ini. Dari pelatihan tersebut, Pemkab berharap ada peningkatan kapasitas pelaku, sehingga dapat mengembangkan usahanya atau UMKM naik kelas.
Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Gunungkidul, Chatarina Emi Purwaningsih mengatakan ada sekitar 43.000 UMKM di Gunungkiul mengacu pada pendataan tahun 2022.
Emi mengatakan pelatihan untuk pelaku UMKM telah dilakukan sejak awal 2024 dengan materi membatik, ecoprint, pengolahan makanan, sablon, dan kerajinan kayu. Dinas masih akan menggelar pelatihan pada September 2024 dengan materi pelatihan pengurusan nomor induk berusaha (NIB), sertifikasi produk halal, dan pengolahan makanan.
Adapun pemberian modal atau hibah alat tidak ada. Program ini menjadi kewenangan Pemda DIY. “Kami hanya membantu mendorong UMKM biar dapat melegalkan usahanya,” kata Emi ditemui di kantornya, Kamis (15/8/2024).
Emi menambahkan pihaknya juga mengkurasi produk UMKM yang akan memasarkan produknya di toko modern seperti Alfamart. Hingga saat ini, ada delapan produk yang telah masuk ke 24 cabang Alfamart di Gunungkidul.
Pelaku UMKM dengan begitu juga perlu mengikuti aturan dari Alfamart untuk memastikan ketersediaan stok produk. Produk yang masuk, kata Emi berupa makanan seperti kue atau peyek.
BACA JUGA: Hadapi Badai PHK, Dinsosnakertrans Kota Jogja Perkuat UMKM
Pada 2025, pelatihan masih akan digelar. Hanya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul akan memploting usulan kegiatan yang didapat dari Pagu Indikatif Sektoral (PIS) dan Pagu Indikatif Wilayah Kapanewon (PIWK).
“Itu usulan dari bawah, musrenbang kalurahan ke Bappeda. Bappeda tinggal menempelkan. Misal permintaan dari Kalurahan A adalah gemar makan ikan ya masuknya ke Dinas Kelautan dan Perikanan. Sesuai kamus dari dinas lah,” katanya.
Staf Promosi dan Pemasaran Bidang UMKM Dinas PKUKMTK Gunungkidul, Condro mengatakan masyarakat perlu membedakan antara UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM).
IKM, kata dia merupakan semua usaha yang memproduksi barang mentah menjadi barang jadi. Ada perbedaan dari sisi aset dan jumlah penjualan tiap tahunnya. “Di dalam IKM juga sudah masuk UMKM. Tapi UMKM belum tentu IKM,” kata Condro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Jim Carrey resmi menikah dengan Min Ah dalam upacara privat di Los Angeles. Ini menjadi pernikahan ketiga aktor berusia 64 tahun tersebut.
Jasad pria ditemukan mengambang di perairan Tanjung Kesirat, kawasan Pelabuhan Gesing, Gunungkidul. Korban teridentifikasi sebagai warga Mojokerto.
Lima motor cruiser di bawah Rp100 juta di Indonesia, mulai Benelli, QJMotor, CFMOTO, Morbidelli hingga Benda.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Dinkes Kabupaten Magelang membekali 35 petugas Promkes dari puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan memanfaatkan AI dan menulis artikel.