Program FLPP Dikebut, Ara Yakin Penyaluran 350.000 Rumah Tercapai
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Ilustrasi/pompa air untuk irigasi sawah.JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Lebih dari 5.000 pompa air disiapkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul untuk mengantisipasi kekeringan dampak musim kemarau panjang 2024 yang melanda tanaman pertanian.
"Antisipasi dinas ada sebanyak 5.190 lebih pompa air yang tersedia, dari berbagai bantuan untuk antisipasi seandainya benar-benar terjadi kekeringan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo di Bantul, Jumat (16/8/2024).
Menurut dia, ribuan pompa air bantuan pemerintah baik bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun APBN tersebut bisa dimanfaatkan kelompok maupun petani daerah ini untuk menaikkan air dengan mencari sumber sumber air.
"Tetapi sampai saat ini Alhamdulillah di Kabupaten Bantul belum ada laporan kekeringan yang mengakibatkan puso atau gagal panen, memang di Bantul beberapa wilayah pada umumnya debit air sudah menurun apalagi sungai," katanya.
BACA JUGA: Yel Yel 17 Agustus Ini Bisa Anda Jadikan Inspirasi untuk Membangkitkan Semangat
Selain dengan pompa air, kata dia, antisipasi dinas dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat petani yang apabila hendak melakukan tanam padi agar mencari jenis atau varietas yang usia tanam hingga panen lebih pendek.
"Kami juga antisipasi dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang mau tanam monggo (silakan), cari tanaman yang tidak banyak butuh air, misalnya palawija, kalau yang padi masih akan ada air carilah padi yang umur pendek," katanya.
Pihaknya menyarankan agar petani yang apabila daerahnya masih tersedia air menanam padi seperti yang ditanam dalam program IP (Indeks Pertanaman) 400 tersebut, dengan umur 70 sampai 80 hari panen.
Menurut dia, tanaman pertanian yang rawan terdampak kekeringan karena kemarau saat ini adalah tanaman padi, tanaman yang banyak membutuhkan air, sementara kalau palawija atau hortikultura tidak begitu dan diolah pada lahan tertentu.
"Tapi kami di Bantul masih aman sesuai dengan tahun tahun sebelumnya, kami juga mentargetkan luas panen padi sampai akhir tahun seluas hampir 29.000 hektare, dan saat ini sudah lebih dari 15.000 hektare di Agustus, karena sudah musim tanam dua," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.