Pria Berinisial S Rusak Palang Pintu KA dan Tantang Petugas di Sleman
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Mencegah krisis air sektor pertanian di musim kemarau tahun ini, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman mengoperasikan Irigasi Air Tanah Dangkal (IATD) bagi tiga kelompok tani tanaman pangan dan enam kelompok peternakan di Sleman.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo sebagai salah satu lumbung pertanian di DIY, pembangunan sektor pertanian di Sleman menjadi hal yang penting. Pembangunan sarana irigasi air tanah dangkal dianggap jadi salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan.
"Selama ini Sleman merupakan wilayah lumbung pertanian dan menjadi salah satu wilayah penyangga pangan di DIY. Maka dari itu pertanian menjadi sektor penting dalam pembangunan. Pembangunan IATD ini juga menjadi komitmen Pemkab Sleman dalam mewujudkan ketahanan pangan di Sleman," jelas Kustini, Senin (19/8/2024).
Peresmian irigasi air tanah dangkal dipusatkan di Dusun Degolan, Kalurahan Umbulmartani, Kapanewon Ngemplak.
Infrastruktur pertanian seperti irigasi air tanah dangkal dinilai Kustini menjadi salah satu solusi menghadapi perubahan iklim yang dapat berdampak pada ketersediaan air.
BACA JUGA: Satgas Blokir 1.001 Entitas Ilegal, 850 di Antaranya Pinjol Ilegal
Tantangan minimnya debit air irigasi di musim kemarau ini lah yang menjadi perhatian bagi Pemkab Sleman.
"Untuk itu, irigasi air tanah dangkal dan sumur ladang berikut pompa air bisa menjadi sarana distribusi pengairan bagi pelaku sektor pertanian juga peternakan," tegasnya.
Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Suparmono menjelaskan bahwa pada tahun 2024 pembangunan irigasi air tanah dangkal dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian.
Selain itu melalui APBD Sleman Bidang Tanaman Pangan, pemerintah memfasilitasi kelompok tani dengan bantuan 17 unit pompa air dan 133 unit handsprayer yang diserahkan kepada 21 perwakilan kelompok tani.
Melalui sumber dana yang sama yakni APBD, diserahkan pula bantuan 19 unit traktor roda dua singkal, sembilan unit Power Threser Multiguna Mobile, dua unit kendaraan roda tiga dan 45.875 kilogram benih padi inbrida kepada para petani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.