Bando Selamat Datang Wonosari Dicopot, Ini Alasannya
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Kontestasi bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Sleman diprediksi bakal ramai hingga detik akhir pendaftaran pasangan bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pasalnya, hingga saat ini baru PDI Perjuangan yang mengeluarkan rekomendasi pencalonan untuk mengusung Harda Kiswaya dengan Danang Maharsa.
Adapun partai lain pemilik kursi di DPRD Sleman masih bergerilya dan belum memutuskan secara pasti siapa pasangan calon yang diusung.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan yang sudah pasti mengusung baru PDI Perjuangan karena sudah mengeluarkan rekomendasi pencalonan.
Adapun partai lain, sambung dia, masih sangat cair. Dia mencontohkan, untuk surat rekomendasi dari DPP PKB yang menjatuhkan pilihan ke pasangan Harda-Danang juga masih dicek kebenarannya oleh pengurus DPC PKB Sleman.
Di sisi lain, di partai ini juga ada agenda muktamar dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut dinilai akan memberikan pengaruh besar karena kepengurusan yang baru menjadi penentu siapa yang diusung dalam pilkada.
“PKB akan muktamar. Semua surat-surat rekom jadi belum pasti nasibnya karena pengurus baru yang harus tandatangan,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku bagi Golkar yang akan menggelar musyawarah nasional luar biasa. Oleh karenanya, ia berpendapat bahwa pencalonan masih akan seru hingga detik-detik akhir pendaftaran di 29 Agustus mendatang.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Buka Lowongan CPNS Sebanyak 147 Formasi, Ini Cara Mengeceknya
“Semua masih cair dan berbagai kemungkinan masih terbuka. Yang jelas, pasangan calon yang diusung akan merujuk dari rekomendasi yang dikeluarkan DPP,” katanya.
Adapun partainya, hingga saat ini masih konsisten mendukung Kustini Sri Purnomo sebagai bakal calon bupati bersama dengan PAN.
Disinggung mengenai Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus diberlakukan di Kabupaten Sleman, ia tidak menampik hal tersebut bisa terjadi. “Pilkada dimana pun jadi kepentingan nasional. Jadi, semuanya juga masih mungkin,” katanya.
Terpisah, DPD Partai Golkar menggebu-gebu untuk mengusung pasangan Harda-Danang. Namun, jelang penyelenggaraan munaslub, Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan bahwa keputusan yang didukung menunggu setelah munaslub. “Tunggu setelah munas,” katanya.
Disinggung mengenai peluang KIM plus diberlakukan di Pilkada Sleman, ia mengkaui hal tersebut masih memungkinkan. “Yang jelas semua keputusan ada di DPP dan kami tegak lurus dengan aturan partai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.