Faskes Gunungkidul Masih Kekurangan Dokter Spesialis
Dinkes Gunungkidul mengakui jumlah dokter spesialis masih kurang. Dari 11 lowongan CPNS, hanya satu formasi yang terisi.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Kontestasi bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Sleman diprediksi bakal ramai hingga detik akhir pendaftaran pasangan bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Pasalnya, hingga saat ini baru PDI Perjuangan yang mengeluarkan rekomendasi pencalonan untuk mengusung Harda Kiswaya dengan Danang Maharsa.
Adapun partai lain pemilik kursi di DPRD Sleman masih bergerilya dan belum memutuskan secara pasti siapa pasangan calon yang diusung.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan yang sudah pasti mengusung baru PDI Perjuangan karena sudah mengeluarkan rekomendasi pencalonan.
Adapun partai lain, sambung dia, masih sangat cair. Dia mencontohkan, untuk surat rekomendasi dari DPP PKB yang menjatuhkan pilihan ke pasangan Harda-Danang juga masih dicek kebenarannya oleh pengurus DPC PKB Sleman.
Di sisi lain, di partai ini juga ada agenda muktamar dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut dinilai akan memberikan pengaruh besar karena kepengurusan yang baru menjadi penentu siapa yang diusung dalam pilkada.
“PKB akan muktamar. Semua surat-surat rekom jadi belum pasti nasibnya karena pengurus baru yang harus tandatangan,” katanya.
Hal yang sama juga berlaku bagi Golkar yang akan menggelar musyawarah nasional luar biasa. Oleh karenanya, ia berpendapat bahwa pencalonan masih akan seru hingga detik-detik akhir pendaftaran di 29 Agustus mendatang.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Buka Lowongan CPNS Sebanyak 147 Formasi, Ini Cara Mengeceknya
“Semua masih cair dan berbagai kemungkinan masih terbuka. Yang jelas, pasangan calon yang diusung akan merujuk dari rekomendasi yang dikeluarkan DPP,” katanya.
Adapun partainya, hingga saat ini masih konsisten mendukung Kustini Sri Purnomo sebagai bakal calon bupati bersama dengan PAN.
Disinggung mengenai Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus diberlakukan di Kabupaten Sleman, ia tidak menampik hal tersebut bisa terjadi. “Pilkada dimana pun jadi kepentingan nasional. Jadi, semuanya juga masih mungkin,” katanya.
Terpisah, DPD Partai Golkar menggebu-gebu untuk mengusung pasangan Harda-Danang. Namun, jelang penyelenggaraan munaslub, Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan bahwa keputusan yang didukung menunggu setelah munaslub. “Tunggu setelah munas,” katanya.
Disinggung mengenai peluang KIM plus diberlakukan di Pilkada Sleman, ia mengkaui hal tersebut masih memungkinkan. “Yang jelas semua keputusan ada di DPP dan kami tegak lurus dengan aturan partai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Gunungkidul mengakui jumlah dokter spesialis masih kurang. Dari 11 lowongan CPNS, hanya satu formasi yang terisi.
Honda CB350 2026 meluncur di India bersama CB350RS dan CB350C. Simak harga, varian, spesifikasi mesin, fitur, dan perbedaan tampilannya.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Prediksi Inggris vs Spanyol di UEFA Nations League 2026-2027. Cek jadwal, kondisi skuad, rekor pertemuan, dan prediksi skor duel di Wembley.
Kedutaan Denmark di Jakarta membuka lowongan Development and Compliance Officer. Cek syarat, ketentuan kerja, dan batas pendaftaran 9 Oktober 2026.