Segara Nadi Aksatama, Nama Putra Angga Yunanda Penuh Doa
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul memastikan akan memaksimalkan dana darurat senilai Rp2 miliar hasil pengalihan penyertaan modal Perumda Aneka Dharma untuk penanganan sampah.
Selain menggunakan anggaran tersebut untuk membuat Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) di Sanden, DLH Bantul juga menggunakan anggara tersebut untuk membangun infrastruktur pendukung beberapa TPS3R dan menambah alat pengering untuk TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu.
"Pengadaan alat pengering ini penting, untuk memastikan hasil dari pengolahan sampah di TPST Dingkikan, berupa RDF sesuai dengan spek dan standar kandungan air yang ditentukan oleh PT SBI selaku perusahaan yang akan menerima RDF tersebut," kata Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho, Selasa (20/8/2024).
Menurut Bambang, kadar air yang dipersyaratkan oleh PT SBI adalah maksimal 25%. Sedangkan, dari hasil uji coba operasional Modul 1 TPST Dingkikan, sejak 7 Agustus 2024 kadar air dari RDF masih jauh dari batas maksimal yang ditetapkan oleh PT SBI.
Adapun tonase sampah yang telah diuji coba di TPST Dingkikan, lanjut Bambang, saat ini terus meningkat. Jika pada uji coba pertama pada 7 Agustus 2024, ada sebanyak 5 ton sampah diolah di Modul 1 TPST Dingkikan, maka saat ini terus meningkat.
"Kami harapkan pekan ini bisa sampai 18 ton sehari dan akan terus ditingkatkan mencapai 20 ton per hari," kata Bambang.
Selain untuk memenuhi spek yang dipersyaratkan oleh PT SBI, Bambang mengungkapkan keberadaan alat pengering sangat dibutuhkan di TPST Dingkikan.
Sebab, keberadaan alat pengering tersebut akan membantu meminimalisasi dampak lingkungan atas pengoperasionalan TPST Dingkikan.
"Karena nanti dampaknya ke lingkungan. Jangan sampai menimbulkan bau, dan ini harus kami selesaikan," jelasnya.
Soal teknis berapa banyak alat pengering, Bambang mengaku saat ini pihaknya sedang bekerja sama dengan sejumlah akademisi untuk memastikan alat pengering yang terpasang optimal dalam pengoperasionalannya.
Selain itu, DLH juga mempertimbangkan jika tidak mungkin olahan sampah dari TPST Dingkikan berupa RDF tidak mungkin dijemur secara manual.
"Kan, kami juga harus memikirkan nanti jika sudah mulai musim penghujan. Jadi, apakah nanti per modul ada alat pengering, artinya kan butuh tiga alat karena tiga modul. Atau nanti alat pengeringnya dibuat terpusat. Saat ini tengah dilakukan kajian," ucap Bambang.
Sementara usaha lain yang tengah dilakukan oleh DLH untuk mengatas persoalan sampah dengan menggunakan dana darurat adalah menambah infrastruktur beberapa TPS3R di tingkat kalurahan. Karena, keberadaan TPS3R dinilai efektif untuk menekan volume sampah di tingkat kalurahan.
BACA JUGA: Game Black Myth: Wukong Dirilis Hari Ini, Sedot Jutaan Orang Main Bareng
"Agar tidak semua beban diolah di TPST. Seperti yang sekarang sudah jalan di Sokowaten, Banguntapan, meski kapasitas kecil tapi signifikan jika didukung," katanya.
Di sisi lain, DLH Bantul, kata Bambang, masih mencoba meminta kepada Pemda DIY untuk membuang sampah di TPA Piyungan. Sebab, hingga akhir Agustus 2024, Bantul masih memiliki kuota sebanyak 300 ton. Sementara untuk pengajuan kuota yang diajukan pada September 2024 oleh DLH ke Pemda DIY adalah sebesar 1.000 ton.
"Dan, kami belum mendapatkan jawaban soal pengajuan tersebut. Kami juga masih menunggu terkait izin tempat untuk pembangunan TPSS dari Pemda DIY dan Panitikismo," kata Bambang.
Sekda Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan, saat ini Pemkab Bantul masih butuh TPSS sampai akhir 2024.
"Karena running TPST Dingkikan itu ke tiga modul yang ada kan sampai akhir tahun. Modalan juga pasti butuh uji coba," papar Agus.
Oleh karena itu, Agus menandaskan jika Pemkab Bantul tidak bisa serta merta tidak membutuhkan TPSS, saat dua TPST tersebut beroperasi. Maka dari itu, pembangunan TPSS pada saat ini masih diupayakan untuk menjadi alternatif pengolahan sampah selama masa darurat sampah berlangsung.
"Pengolah sampah swasta juga saya rasa belum mendapatkan solusi terbaik. Jadi TPSS masih diupayakan terus," ungkap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
KTP dicatut untuk pinjol ilegal bisa merusak skor kredit. Simak cara cek penggunaan NIK secara gratis melalui iDebku OJK dan langkah yang harus dilakukan jika m
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Aston Villa menjalani latihan di GBK jelang menghadapi Indonesia All Stars. John McGinn, Alejandro Garnacho, dan Joao Gomes ikut berlatih.
Spanyol menutup perbatasan Beni Ansar di Melilla setelah gelombang migran meningkat. Pengamanan diperketat di Ceuta dan Melilla.