Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Tidak ada foto
Harianjogja.com, SLEMAN—Kabar duka hadir dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) pekan ini. Duka ini hadir dari berpulangnya Guru besar FH UGM, Prof. Sigit Riyanto pada Rabu (21/8/2024) dini hari.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Sistem Informasi FH UGM, Jaka Triyana membenarkan informasi berpulangnya Prof. Sigit Riyanto. Mendiang dijelaskan Jaka berpulang pada waktu Subuh antara pukul 03.30 WIB karena sakit.
BACA JUGA: Tokoh Pengusaha dalam Bursa Pencalonan Bupati Kulonprogo Akhmad Basuki Meninggal Dunia
"Barusan selesai kami urus di RSA UGM, nanti pukul 12.00 WIB akan disemayamkan di Balairung UGM dan akan dimakamkan di Sawit Sari," kata Jaka.
Perjumpaan Jaka dengan mendiang terakhir terjadi awal pekan lalu. Kala itu mendiang hanya bilang ke Jaka akan menjalani perawatan.
"Senin masih ketemu dan hanya bilang dalam perawatan," tandasnya.
Berpulangnya sosok Prof. Sigit Riyanto tentu merupakan kehilangan bagi Fakultas Hukum UGM. Dekan FH UGM Periode 2016-2021 tersebut dikenal ahli dalam Legal Theory, Jurisprudence and Legal Interpretastion, Law and Society, Human Right Law dan International Law.
Sosok Sigit di mata Jaka pun merupakan pribadi yang tegas. "Tegas, lugas, objektif," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.