Bawaslu Bantul Berharap Pemilihan Lurah Tak Diwarnai Politik Uang
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui penyelenggaraan kegiatan Business Matching, Senin-Selasa (27/28/8/2024). - ist
JOGJA—Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Yogyakarta.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan kegiatan Business Matching, Senin-Selasa (27/28/8/2024). Kegiatan ini menjadi ajang bertemunya perusahaan penyedia barang dan jasa dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Yogyakarta.
Tujuan kegiatan dengan tema Membangun Sinergi Industri Nasional Dengan Pemerintah Kota Yogyakarta Dalam Rangka Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri adalah untuk meningkatkan kemitraan strategis antara IKM dan OPD di Kota Yogyakarta.
Business Matching merupakan sebuah forum untuk mempertemukan IKM yang memiliki produk berkualitas dan bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan OPD yang membutuhkan produk-produk tersebut untuk kepentingan pelayanan publik seperti alat kesehatan, perlengkapan kantor, peralatan pendidikan, dan lain-lain.
Namun, masih banyak OPD yang mengandalkan produk impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini tentu tidak sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kota Yogyakarta yang ingin mendorong penggunaan produk lokal dan mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta.
BACA JUGA: Sejarah Baru, PKS Berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Bantul Usung Joko-Rony
Dalam kegiatan ini, IKM akan berkesempatan untuk mempresentasikan produk unggulan mereka langsung kepada para pengambil keputusan di OPD.
Selain itu, OPD dapat secara langsung menemukan dan berinteraksi dengan IKM yang mampu memenuhi kebutuhan mereka dengan produk-produk lokal berkualitas. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan produk lokal oleh OPD, mengurangi ketergantungan terhadap
produk impor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kapasitas dan daya saing IKM.
Selain itu, kemitraan yang terjalin dari kegiatan Business Matching ini juga diharapkan dapat membuka peluang pasar baru bagi IKM, memperkuat ekosistem industri lokal, dan meningkatkan kontribusi sektor IKM terhadap perekonomian daerah.
Dengan demikian, kegiatan Business Matching ini bukan hanya menjadi sarana untuk mempertemukan IKM dan OPD, tetapi juga menjadi katalisator bagi pengembangan industri lokal yang berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Tak punya paklaring? Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan tetap bisa diajukan dengan dokumen tertentu. Cek syarat dan cara klaimnya.
Terlalu banyak minum teh dapat memicu sejumlah keluhan. Simak 13 dampaknya, dari gangguan tidur hingga penyerapan zat besi.
1 Oktober 2026 memperingati sejumlah hari penting, dari Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kopi Internasional, hingga Hari Lansia Internasional.
Prakiraan cuaca Jogja Kamis 1 Oktober 2026 mayoritas berawan. Cek suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca tiap kecamatan.
BPBD DIY memperpanjang siaga darurat kekeringan hingga akhir November 2026 dan mengusulkan pembangunan sumur bor ke BNPB.