Raperda Cagar Budaya Sleman Bakal Perkuat Peran Warga
DPRD Sleman mendorong penguatan peran masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan cagar budaya melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) melalui penyelenggaraan kegiatan Business Matching, Senin-Selasa (27/28/8/2024). - ist
JOGJA—Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Yogyakarta.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan kegiatan Business Matching, Senin-Selasa (27/28/8/2024). Kegiatan ini menjadi ajang bertemunya perusahaan penyedia barang dan jasa dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Yogyakarta.
Tujuan kegiatan dengan tema Membangun Sinergi Industri Nasional Dengan Pemerintah Kota Yogyakarta Dalam Rangka Optimalisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri adalah untuk meningkatkan kemitraan strategis antara IKM dan OPD di Kota Yogyakarta.
Business Matching merupakan sebuah forum untuk mempertemukan IKM yang memiliki produk berkualitas dan bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan OPD yang membutuhkan produk-produk tersebut untuk kepentingan pelayanan publik seperti alat kesehatan, perlengkapan kantor, peralatan pendidikan, dan lain-lain.
Namun, masih banyak OPD yang mengandalkan produk impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini tentu tidak sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kota Yogyakarta yang ingin mendorong penggunaan produk lokal dan mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta.
BACA JUGA: Sejarah Baru, PKS Berkoalisi dengan PDIP di Pilkada Bantul Usung Joko-Rony
Dalam kegiatan ini, IKM akan berkesempatan untuk mempresentasikan produk unggulan mereka langsung kepada para pengambil keputusan di OPD.
Selain itu, OPD dapat secara langsung menemukan dan berinteraksi dengan IKM yang mampu memenuhi kebutuhan mereka dengan produk-produk lokal berkualitas. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan produk lokal oleh OPD, mengurangi ketergantungan terhadap
produk impor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan kapasitas dan daya saing IKM.
Selain itu, kemitraan yang terjalin dari kegiatan Business Matching ini juga diharapkan dapat membuka peluang pasar baru bagi IKM, memperkuat ekosistem industri lokal, dan meningkatkan kontribusi sektor IKM terhadap perekonomian daerah.
Dengan demikian, kegiatan Business Matching ini bukan hanya menjadi sarana untuk mempertemukan IKM dan OPD, tetapi juga menjadi katalisator bagi pengembangan industri lokal yang berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mendorong penguatan peran masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan cagar budaya melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li