PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Launching vaksinasi JE yang berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Padukuhan Candi, Sardonoharjo, Ngaglik. Senin (2/9/2024)
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan menargetkan 227.370 anak di Sleman mengikuti program vaksinasi Japanese Enchepalitis (JE). Diharapkan sasaran vaksinasi ini bisa selesai dalam rentang waktu dua bulan ke depan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, bersama dengan Dinas Kesehatan DIY melakukan launching imunisasi JE di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Padukuhan Candi, Sardonoharjo, Ngaglik, Senin (2/9/2024). Total ada sekitar 100 anak di pondok ini yang mengikuti program vaksinasi penyakit radang otak tersebut.
“Ini baru mulai karena imunisasi JE akan menyasar ke seluruh wilayah di Sleman,” kata Yuli kepada wartawan, Senin siang.
Dia menjelaskan, vaksinasi akan menyasar anak berusia sembilan bulan hingga anak berumur kurang dari 15 tahun. Hasil identifikasi yang dilakukan total ada 227.370 anak bisa mengikuti vaksinasi ini.
“Kami targetkan selesai dalam waktu dua bulan mulai September hingga Oktober,” katanya.
Yuli memastikan untuk stok vaksin tidak ada masalah. Adapun pelaksanaannya sudah berkoordinasi dengan seluruh puskesmas di Sleman sehingga pelaksanan disesuaikan dengan jadwal yang telah disusun.
“Pelaksanaan tidak hanya di puskesmas, tapi bisa disekolah, posyandu, balai padukuhan atau balai kalurahan,” katanya.
Diharapkan program ini bisa berjalan dengan lancar sehingga sasaran target bisa tercapai. “Harapannya bisa 100%, tapi target minimal kami bisa mencapai 95% dari sasaran penerima vaksin JE,” katanya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Setda Sleman, Suparmono mengatakan, Pemkab Sleman mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi JE. Menurut dia, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kekebalan anak serta terhindar dari penyakit radang otak.
“Akan terus disosialisasikan karena ini juga menjadi bagian untuk menyiapkan anak sebagai generasi emas di 2045,” katanya.
Ia berharap program dapat berjalan dengan lancar serta anak dapat terhindar dari penyakit ini. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik dan sesuai dengan sasaran target yang telah dicanangkan,” katanya.
Penyakit JE adalah kasus peradangan jaringan otak yang disebabkan oleh Japanese Encephalitis Virus (JEV). Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Culex ke manusia maupun hewan peliharaan. Potensi penyebaran penyakit ini bertambah saat musim hujan karena meningkatnya populasi nyamuk Culex sehingga upaya pencegahan harus dimaksimalkan.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie berharap program vaksinasi JE dapat berjalan dengan lancar. langkah ini dilakukan agar anak tidak terjangkit sehingga bisa mengalami disabilitas seperti kelumpuhan, cacat hingga gangguan syaraf otak.
“Vaksinasi JE sangat penting untuk melindungi anak-anak kita dari risiko radang otak. Penyakit ini sulit diobati dan dampaknya sangat buruk bagi kehidupan anak-anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 25 Agustus 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Selasa 25 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 25 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.