Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman Baru Mencapai Rp6,3 Miliar
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Foto ilustrasi hama. /Dok-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) terus berupaya mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman mete. Salah satu upaya dilakukan melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman mete di Bulak Dulgunung, Kapanewon Karangmojo yang memiliki luasan 3 – 5 hektar (ha). Gerakan ini berhasil mengurangi 60% OPT.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura DPP Gunungkidul, Aning Sri Mintarsih mengatakan Kelompok Tani (Poktan) Binangun merupakan kelompok yang mengelola tanaman mete di Bulak Dulgunung, Karangmojo.
Meski begitu, mereka tidak sendiri dalam mengendalikan OPT. Gerakan pengendalian itu dilaksanakan dengan menggandeng Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Karangmojo, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Bhabinkantibmas, Babinsa, dan anggota kelompok tani.
Gerakan pengendalian itu penting dilakukan untuk melindungi tanaman dari kerusakan dan memastikan hasil panen yang optimal. Hal ini dilandasi fakta bahwa tanaman mete merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, dan Karangmojo menjadi salah satu sentra produksi mete.
Melalui gerakan tersebut, anggota Poktan juga mendapatkan pengetahuan mengenai teknik pengendalian OPT, identifikasi hama dan penyakit, serta penggunaan pestisida yang tepat dan ramah lingkungan.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan ada beberapa metode pengendalian yang diajarkan ke anggota Poktan Binangun, mulai dari pengendalian secara budidaya seperti pemangkasan dan pengaturan jarak tanam hingga pengendalian mekanis dan biologis.
Salah satu pendekatan yang mendapat perhatian adalah penggunaan biopestisida dan pelepasan musuh alami untuk mengendalikan hama secara alami, sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan kimia.
Selain itu, ada juga pemasangan perangkap hama dan pengumpulan serta pemusnahan bagian tanaman yang terinfeksi. Pemusnahan ini dilakukan serentak di seluruh wilayah target.
BACA JUGA : Musim Hujan, Tanaman Kelompok Tani di Kota Jogja Busuk dan Diserang Hama
“Hasilnya, dalam dua bulan terakhir, populasi hama penggerek bunga dan penyakit antraknosa dilaporkan menurun drastis, hingga mencapai 60% dari kondisi sebelumnya,” kata Raharjo dihubungi, Senin, (2/9).
DPP Gunungkidul, kata dia berencana untuk melanjutkan program ini dengan meningkatkan kapasitas petani melalui penyuluhan berkelanjutan dan dukungan sarana prasarana, guna memastikan tanaman mete di Gunungkidul tetap produktif dan berkualitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Kemendag menyebut harga referensi dan HPE biji kakao naik tajam pada Agustus 2026 akibat gangguan pasokan dan dampak El Nino.
Ditjenpas memastikan video viral penggerebekan rumah dinas Kalapas Waingapu merupakan video lama pada 2024. RB telah dicopot dan diproses hukum.
Harga BBM Pertamina, BP, dan Shell per 1 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter, sementara diesel di BP dan Shell naik.
UII mengembangkan sistem Inteligen Bisnis untuk membantu pengambilan keputusan admisi berbasis data dengan skor usability 84,4.