Produksi Ikan Budidaya Sleman Tembus 29.167 Ton hingga Juni 2026
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Ilustrasi Pilkada /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kyai Muhammad Thohari yang merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan bahwa beberapa suara warga NU Gunungkidul lebih memilih Sunaryanta untuk memenangi Pilkada 2024.
Dengan begitu, ada potensi suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pecah. Padahal surat rekomendasi DPP PKB menegaskan dukungan terhadap Endah Subekti Kuntariningsih–Joko Parwoto.
“Setelah para Kyai melakukan kajian menyeluruh, hasil kajian menunjukkan bahwa petahana [Sunaryanta] layak didukung kembali. Kami ada chemistry dan kerja sama dengan petahana,” kata Thohari dihubungi, Selasa, (3/9/2024).
Thohari menambahkan ada alasan lain yang mendasari dukungan beberapa warga NU kepada Sunaryanta. Salah satunya adalah Sunaryanta dianggap sangat peduli ke NU. Sebelum memutuskan maju sebagai calon bupati pun Sunaryanta lebih dulu menghadap NU.
Pada pemerintahan sebelumnya, kata Thohari warga NU belum mendapat perhatian memadai dari pemerintah dalam bidang apapun. Dia mengklaim sulit mengakses program pemerintah. Situasi ini berubah sejak Sunaryanta menjadi bupati, warga NU mendapat akses luas.
BACA JUGA: Liga 2 Musim Baru Bakal Dimulai Akhir Pekan Ini Diikuti 26 Tim
“Kebaikan beliau ke NU sudah jelas. Karena sudah jelas ya kenapa mencari ke orang lain. Mayoritas warga NU mendukung Sunaryanta,” katanya.
Dukungan tersebut tentu menjadi ancaman bagi Endah Subekti Kuntariningsih–Joko Parwoto yang didukung Golkar dan PDIP. Padahal, kata Thohari ada sekitar 400.000 warga NU di Gunungkidul yang terikat baik secara organisasi maupun kultural.
Tim 9 yang terdiri dari unsur NU dan PKB pun sebelumnya telah memberi rekomendasi kepada Sunaryanta sebagai calon bupati.
Rois Syuriyah PCNU Gunungkidul, KH Bardan Usman menegaskan NU Gunungkidul tidak akan mengubah keputusannya. Para ulama tetap mendukung Sunaryanta. Dia mengaku heran setelah surat rekomendasi turun untuk Endah Subekti–Joko Parwoto.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gunungkidul, Sa’ban Nuroni mengingatkan dan mengimbau agar warga NU tidak membawa nama organisasi dalam politik praktis selama proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“NU bukan partai politik. Perkara ada yang mendukung sifatnya pribadi saja. Kalau kelembagaan tidak bisa,” kata Sa’ban.
Sa’ban menambahkan apabila ada pengurus PCNU yang ikut dalam tim sukses salah satu paslon, mereka wajib mengambil cuti sebagai pengurus hingga gelaran Pilkada 2024 selesai.
Adapun Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo tidak berbicara banyak ihwal dukungan beberapa warga NU ke Sunaryanta. Menurut dia, warga NU juga memiliki hak untuk menyatakan pilihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Kemendag menyebut harga referensi dan HPE biji kakao naik tajam pada Agustus 2026 akibat gangguan pasokan dan dampak El Nino.
Ditjenpas memastikan video viral penggerebekan rumah dinas Kalapas Waingapu merupakan video lama pada 2024. RB telah dicopot dan diproses hukum.
Harga BBM Pertamina, BP, dan Shell per 1 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter, sementara diesel di BP dan Shell naik.
UII mengembangkan sistem Inteligen Bisnis untuk membantu pengambilan keputusan admisi berbasis data dengan skor usability 84,4.