Izin Klinik KDMP Tamanmartani Masih Berproses di Dinkes Sleman
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Ilustrasi Pilkada /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kyai Muhammad Thohari yang merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan bahwa beberapa suara warga NU Gunungkidul lebih memilih Sunaryanta untuk memenangi Pilkada 2024.
Dengan begitu, ada potensi suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pecah. Padahal surat rekomendasi DPP PKB menegaskan dukungan terhadap Endah Subekti Kuntariningsih–Joko Parwoto.
“Setelah para Kyai melakukan kajian menyeluruh, hasil kajian menunjukkan bahwa petahana [Sunaryanta] layak didukung kembali. Kami ada chemistry dan kerja sama dengan petahana,” kata Thohari dihubungi, Selasa, (3/9/2024).
Thohari menambahkan ada alasan lain yang mendasari dukungan beberapa warga NU kepada Sunaryanta. Salah satunya adalah Sunaryanta dianggap sangat peduli ke NU. Sebelum memutuskan maju sebagai calon bupati pun Sunaryanta lebih dulu menghadap NU.
Pada pemerintahan sebelumnya, kata Thohari warga NU belum mendapat perhatian memadai dari pemerintah dalam bidang apapun. Dia mengklaim sulit mengakses program pemerintah. Situasi ini berubah sejak Sunaryanta menjadi bupati, warga NU mendapat akses luas.
BACA JUGA: Liga 2 Musim Baru Bakal Dimulai Akhir Pekan Ini Diikuti 26 Tim
“Kebaikan beliau ke NU sudah jelas. Karena sudah jelas ya kenapa mencari ke orang lain. Mayoritas warga NU mendukung Sunaryanta,” katanya.
Dukungan tersebut tentu menjadi ancaman bagi Endah Subekti Kuntariningsih–Joko Parwoto yang didukung Golkar dan PDIP. Padahal, kata Thohari ada sekitar 400.000 warga NU di Gunungkidul yang terikat baik secara organisasi maupun kultural.
Tim 9 yang terdiri dari unsur NU dan PKB pun sebelumnya telah memberi rekomendasi kepada Sunaryanta sebagai calon bupati.
Rois Syuriyah PCNU Gunungkidul, KH Bardan Usman menegaskan NU Gunungkidul tidak akan mengubah keputusannya. Para ulama tetap mendukung Sunaryanta. Dia mengaku heran setelah surat rekomendasi turun untuk Endah Subekti–Joko Parwoto.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gunungkidul, Sa’ban Nuroni mengingatkan dan mengimbau agar warga NU tidak membawa nama organisasi dalam politik praktis selama proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
“NU bukan partai politik. Perkara ada yang mendukung sifatnya pribadi saja. Kalau kelembagaan tidak bisa,” kata Sa’ban.
Sa’ban menambahkan apabila ada pengurus PCNU yang ikut dalam tim sukses salah satu paslon, mereka wajib mengambil cuti sebagai pengurus hingga gelaran Pilkada 2024 selesai.
Adapun Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo tidak berbicara banyak ihwal dukungan beberapa warga NU ke Sunaryanta. Menurut dia, warga NU juga memiliki hak untuk menyatakan pilihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Tamanmartani masih menunggu izin operasional Klinik Pratama dari Dinkes Sleman usai proses visitasi dan evaluasi lapangan.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.